Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 4. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Oktober 2019

gejala kekurangan mineral

1. Mata bengkak
Saat bangun dan bercermin, Anda mungkin melihat mata Anda bengkak seperti habis menangis semalaman. Tahukah kalau mata bengkak merupakan tanda suplai yodium rendah di tubuh.
Sebuah studi di 2006 menemukan hubungan antara asupan yodium dan penyakit tiroid -- suatu kondisi yang dapat menyebabkan kelelahan, mata membengkak. Tanda lain defisiensi yodium adalah kulit kering, penambahan berat badan dan kuku yang rapuh.
Makanan yang bisa menyembuhkan: cranberries, yogurt, kentang, stroberi.
2. Kulit pucat
Kulit pucat bisa menjadi pertanda Anda membutuhkan asupan vitamin B12. Kurangnya vitamin ini bisa menyebabkan kulit tak sehat dan meningkatkan rasa lelah.
Makanan yang bisa menyembuhkan: ikan salmon, daging merah, sereal fortifikasi, yogurt dan keju swiss.
3. Rambut Kering
Rambut kering bisa menjadi indikator Anda kekurangan vitamin B7 atau biotin. Kadar biotin yang rendah bisa menyebabkan kuku rapuh dan rambut menipis. Suplemen vitamin dapat membantu memperbaiki kualitas rambut dan bahkan pengobatan diabetes.
Makanan yang bisa menyembuhkan: Telur, kacang almond dan jenis kacang-kacangan lain seperti kacang polong dan lainnya.
4. Bibir pucat
Bibir pucat ditambah kulit yang juga pucat menjadi salah satu Anda mengalami anemia dan Anda membutuhkan lebih banyak zat besi dalam makanan. Selain itu, lebih sering mengalami demam dan pilek juga menjadi tanda kadar zat besi

Minggu, 13 Oktober 2019

gejala kekurangan vitamin

Vitamin memiliki fungsi yang sangat penting dalam tubuh yakni membantu pengaturan dan proses kegiatan tubuh. Kurangnya vitamin akan berpengaruh besar pada keseimbangan tubuh dan membuka lebar kemungkinan tubuh terserang macam-macam penyakit.
Kalau tubuhmu kekurangan vitamin, kamu akan mengalami gejala tubuh berikut ini. Jadi kalau kamu mengalami salah satunya, segera sadari bahwa kamu butuh lebih banyak asupan vitamin.

1. Sering kram

7 Tanda Tubuhmu Kekurangan Vitamin, Sadari Sebelum Semakin Parahhealth.com
Kram adalah tanda kalau kamu kekurangan kalsium, magnesium dan kalium. Ini bisa terjadi kalau kamu melakukan terlalu banyak olahraga. Keringat yang kamu keluarkan sama dengan pengurangan mineral dari tubuh. Kamu butuh menyeimbangkan tubuhmu dengan makan kacang-kacangan, labu, pisang dan apel.

2. Rambut rontok

7 Tanda Tubuhmu Kekurangan Vitamin, Sadari Sebelum Semakin Parahhellogiggles.com
Kekurangan vitamin B7 akan membuat rambutmu sering rontok saat kamu sudah menggunakan shampo dan kondisioner dengan teratur. Jika ini terjadi padamu, kamu butuh asupan makanan yang mengandung vitamin B7 seperti pisang, kentang dan kacang-kacangan.

3. Ruam di wajah

7 Tanda Tubuhmu Kekurangan Vitamin, Sadari Sebelum Semakin Parahwomen-secrets.ru
Kurangnya vitamin B7 bisa menyebabkan ruam di wajahmu. Kalau kamu merasa tidak ada yang salah dengan produk wajah yang kamu gunakan tapi tetap ada ruam, maka kamu butuh asupan biotin dan makan banyak bayam, telur rebus, kembang kol, jamur, kentang dan keju.

4. Infeksi atau peradangan gusi

7 Tanda Tubuhmu Kekurangan Vitamin, Sadari Sebelum Semakin Parahhealthaim.com
Hal ini disebut periodontitis yaitu peradangan gusi serius yang melibatkan penghancuran jaringan lunak dan tulang pendukung gigi. Kamu butuh makanan kaya fosfor dan vitamin D yang sangat penting untuk kesehatan gigi. Susu, beras merah, tomat, kacang, ikan, jeruk dan anggur adalah makanan yang kaya vitamin D.
cnth:https://www.idntimes.com/health/fitness/stella/tanda-tubuh-kekurangan-vitamin/full

konstipasi

Konstipasi atau sering disebut sembelit adalah gangguan pada sistem pencernaan di mana seorang manusia (atau mungkin juga pada hewan) mengalami pengerasan tinja yang berlebihan sehingga sulit untuk dibuang atau dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada penderitanya. Konstipasi yang cukup hebat disebut juga dengan obstipasi. Dan obstipasi yang cukup parah dapat menyebabkan kanker usus yang berakibat fatal bagi penderitanya.

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami konstipasi, antara lain:
  • Jenis kelamin. Konstipasi lebih sering dialami oleh perempuan daripada pria, terutama pada masa sebelum menstruasi dan masa kehamilan.
  • Usia. Konstipasi juga lebih sering dialami oleh lansia.
  • Makan makanan yang rendah serat.
  • Jarang atau tidak berolahraga sama sekali.
  • Minum obat-obatan tertentu, termasuk obat penenang, antidepresan, atau obat untuk tekanan darah tinggi.
  • Memiliki kondisi kesehatan mental, seperti depresi.

Penyebab Konstipasi

Konstipasi atau sembelit paling sering terjadi karena tinja bergerak terlalu lambat melalui saluran pencernaan atau tidak bisa dikeluarkan secara efektif, sehingga menyebabkan tinja menjadi keras dan kering. Beberapa faktor risiko di atas bisa menjadi pemicu terjadinya kondisi tersebut.
Namun, konstipasi juga bisa menjadi gejala dari suatu penyakit, seperti:
  • Penyakit pada usus atau rektum, seperti penyumbatan usus, kanker usus besar, fisura ani, dan kanker rektum.
  • Gangguan saraf, yang biasanya terjadi pada pengidap penyakit Parkinson, cedera saraf tulang belakang, stroke, dan multiple sclerosis.
  • Gangguan pada otot penggerak usus, seperti pada dyssynergia.
  • Gangguan hormon, yang bisa disebabkan oleh diabetes, hiperparatiroidisme, kehamilan, atau hipotiroidisme.

Gejala Konstipasi

Gejala konstipasi, yaitu mengejan, rasa tidak tuntas setelah BAB, tinja kering dan keras, ukuran tinja sangat besar atau kecil, rasa mengganjal pada rektum, nyeri perut, mual, kembung, dan tidak nafsu makan.

Diagnosis Konstipasi

Selain wawancara dan pemeriksaan fisik, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang seperti:
  • Tes darah, untuk melihat apakah ada kelainan seperti hipotiroid atau kadar kalsium yang tinggi.
  • Sinar X. Melalui pemeriksaan sinar X-ray, dokter dapat melihat apakah usus pengidap tersumbat atau apakah ada tinja di seluruh usus besar.
  • Pemeriksaan rektum dan kolon bawah (sigmoidoskopi), untuk memeriksa kondisi rektum dan bagian bawah usus besar.
  • Pemeriksaan rektum dan seluruh kolon (kolonoskopi), untuk melihat kondisi seluruh usus besar.
  • Evaluasi fungsi otot sfinger anal (anorektal manometri) untuk mengukur koordinasi otot yang digunakan untuk menggerakkan usus
  • Studi transit kolonik untuk mengevaluasi pergerakan makanan yang masuk ke usus besar
  • Defekografi atau rontgen rektum pada saat defekasi untuk melihat adanya prolapse atau masalah dengan fungsi otot rektum
  • MRI defekografi

Penanganan Konstipasi

Jika konstipasi merupakan gejala dari suatu penyakit, pengobatannya bertujuan untuk mengatasi penyakit yang mendasarinya. Pada umumnya, penanganan konstipasi dimulai dari perubahan pola makan dan gaya hidup, seperti meningkatkan konsumsi air dan makanan berserat, memperbaiki pola makan, dan memperbanyak aktivitas fisik. Jika konstipasi sudah sangat mengganggu, dokter dapat memberikan obat laksatif, seperti suplemen serat, dan obat pencahar.

Pencegahan Konstipasi

Berikut cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah konstipasi:
  • Membiasakan diri untuk ke toilet pada waktu yang sama setiap hari
  • Perbanyak makan makanan berserat tinggi, termasuk kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, sereal, dan dedak.
  • Minum banyak air putih.
  • Cobalah untuk berolahraga secara teratur.
  • Coba atasi stres.
  • Jangan menahan keinginan untuk buang air besar.
sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Sembelit
https://www.halodoc.com/kesehatan/konstipasi

diare

diare (bahasa Inggrisdiarrhea) adalah sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam.[1] Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.

Faktor Risiko Diare

Setidaknya ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terserang diare. Contohnya:
  • Jarang mencuci tangan setelah ke toilet.
  • Penyimpanan dan persiapan makanan yang tidak bersih.
  • Jarang membersihkan dapur dan toilet.
  • Sumber air yang tidak bersih.
  • Makan makanan sisa yang sudah dingin.
  • Tidak mencuci tangan dengan sabun.

Penyebab Diare

Ada beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang mengalami diare. Umumnya, diare disebabkan oleh hal-hal berikut:
  • Intoleransi terhadap makanan, seperti laktosa dan fruktosa.
  • Alergi makanan.
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu.
  • Infeksi bakteri, virus, atau parasit.
  • Penyakit usus.
  • Pasca operasi batu empedu.
  • Radang pada saluran pencernaan, seperti pada penyakit Crohn, olitis ulseratif, atau olitis mikroskopik.
  • Irritable bowel syndrome.
  • Penyakit celiac atau penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluten.

Gejala Diare

Beberapa gejala yang diakibatkan diare, antara lain:
  • Feses lembek dan cair.
  • Nyeri dan kram perut.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri kepala.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Haus terus-menerus.
  • Darah pada feses.
Dehidrasi merupakan gejala paling umum yang menyertai diare. Pada anak-anak, diare dapat ditandai dengan jarang buang air kecil, mulut kering, serta menangis tanpa mengeluarkan air mata. Pada keadaan dehidrasi berat, anak dapat terlihat cenderung mengantuk, tidak responsif, mata cekung, serta kulit perut yang dicubit tidak kembali dengan cepat. Sedangkan tanda dehidrasi pada orang dewasa, antara lain kelelahan dan tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, pusing, mulut kering, serta nyeri kepala.

Diagnosis Diare

Dokter akan mendiagnosis diare dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, seperti:
  • Pemeriksaan sampel feses di laboratorium untuk mengidentifikasi infeksi yang terjadi pada pengidap.
  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui penyebab diare.
  • Pemeriksaan tambahan seperti sigmoidoskopi dan kolonoskopi jika terdapat dugaan penyakit yang lebih serius.

 

Komplikasi Diare

Beberapa komplikasi yang diakibatkan diare, antara lain:
  • Dehidrasi ringat hingga berat.
  • Sepsis, infeksi berat yang bisa menyebar ke organ lain.
  • Malnutrisi terutama pada anak dengan usia kurang dari 5 tahun, yang dapat mengakibatkan menurunnya kekebalan tubuh anak.
  • Ketidakseimbangan elektrolit karena elektrolit ikut terbuang bersama air yang keluar saat diare, yang dapat ditandai dengan lemas, lumpuh, hingga kejang.
  • Kulit di sekitar anus mengalami iritasi karena pH tinja yang asam.

Pengobatan Diare

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dokter untuk mengatasi diare. Misalnya:
  • Konsumsi banyak cairan untuk menggantikan kehilangan cairan, baik melalui oral (oralit, air putih, kuah sayur, dsb), maupun melalui intravena (infus).
  • Pemberian antibiotik jika diare disebabkan oleh infeksi bakteri.
Selain dua hal tersebut, ada pula pengobatan lainnya. Pengobatan untuk diare ini biasanya akan disesuaikan dengan hal yang menyebabkan terjadinya diare.

Pencegahan Diare

Beberapa upaya untuk mencegah diare, antara lain:
  • Selalu mencuci tangan, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menyentuh daging yang belum dimasak, setelah dari toilet, atau setelah bersin dan batuk, dengan menggunakan sabun dan air bersih.
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah dimasak hingga matang sempurna, serta menghindari makanan dan minuman yang tidak terjamin
sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Diare
https://www.halodoc.com/kesehatan/diare

hepatitis

Hepatitis (plural: hepatitides) adalah peradangan pada hati karena toxin, seperti kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut "hepatitis akut", hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut "hepatitis kronis".

Penyebab[sunting | sunting sumber]

Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama kelima satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.

Jenis Virus Hepatitis[sunting | sunting sumber]

  • Virus hepatitis A
Virus hepatitis A terutama menyebar melalui vecal oral. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.
  • Virus hepatitis B
Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi di antara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau di antara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual).
Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.
  • Virus hepatitis C
Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita "penyakit hati alkoholik" seringkali menderita hepatitis C.
  • Virus hepatitis D
Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki risiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.
  • Virus hepatitis E
Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.
  • Virus hepatitis G
Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini. namun belum terlalu diketahui.
Virus-virus lain yang dapat menyebabkan hepatitis:
Hepatitis A biasanya akan sembuh dengan sendirinya tanpa menjadi kronis. Setelah sembuh, maka akan kebal terhadap Hepatitis A, tetapi tidak kebal terhadap jenis penyakit hepatitis yang lain.
5 persen dari penderita Hepatitis B akan menjadi kronis, karena tidak ditangani dengan baik.
Pada pemakai narkoba suntikan yang menggunakan jarum bersama-sama yang marak pada masa lampau, maka 18 persen tertular Hepatitis B, 40 persen tertular HIV dan 70 persen tertular Hepatitis C. Jadi Hepatitis C sangat mudah menular melalui transfer cairan (virulen).
Penderita Hepatitis C sebenarnya hanya 0,8 persen, tetapi sebagian besar akan menjadi kronis, sehingga jumlah penderita kronisnya hampir sama dengan penderita Hepatitis B kronis, yaitu sekitar 1 juta orang

Faktor Risiko Hepatitis A

Seseorang lebih mudah terkena hepatitis A jika memiliki kondisi sebagai berikut:
  • Mengunjungi atau tinggal di daerah yang terdapat banyak kasus hepatitis A.
  • Melakukan hubungan intim dengan penderita hepatitis A.
  • Tinggal serumah dengan penderita hepatitis A.

Gejala Hepatitis A

Gejala hepatitis A muncul beberapa minggu setelah penderita tertular virus tersebut. Gejala yang paling disadari oleh penderita hepatitis A adalah perubahan warna mata dan kulit menjadi kuning. Tetapi sebelum timbulnya penyakit kuning, penderita dapat mengalami:
  • Demam
  • Lemas
  • Mual dan muntah
  • Warna urine menjadi gelap
  • Warna tinja menjadi pucat

Pengobatan Hepatitis A

Hepatitis A akan sembuh dengan sendirinya karena sistem kekebalan tubuh penderita dapat membasmi virus tersebut. Pengobatan yang diberikan hanya untuk meringankan gejala-gejala yang dialami penderitanya, sambil menunggu penyakit sembuh.
Selain itu, penting bagi penderita untuk menjaga kebersihan untuk mencegah penularan ke orang lain. Penderita yang sembuh akan memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

Komplikasi Hepatitis A

Infeksi hepatitis A tidak menyebabkan penyakit liver jangka panjang (kronis) dan jarang berakibat fatal. Meski demikian, penyakit ini berpotensi menyebabkan gagal hati, terutama pada lansia dan orang yang sudah menderita penyakit liver kronis sebelumnya.

Pencegahan Hepatitis A

Hepatitis A dapat dicegah dengan beberapa cara, antara lain:
  • Melakukan vaksinasi hepatitis A
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Menghindari konsumsi makanan mentah atau setengah matang

mag(gastritis)

Maag atau radang lambung atau tukak lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut.

Jenis maag[sunting | sunting sumber]

Secara garis besar, ada 2 jenis penyakit maag, yakni:
  • Gastritis Akut
    • Penyakit maag akut adalah inflamasi (reaksi tubuh terhadap mikroorganisme dan benda asing yg ditandai oleh panas, bengkak, nyeri, dan gangguan fungsi organ tubuh) akut dari lambung, dan biasanya terbatas hanya pada muklosa. Penyakit maag akut dapat terjadi tanpa diketahui penyebabnya.[1]
  • Gastritits Kronis
    • Lambung penderita penyakit maag kronis mungkin mengalami inflamasi (reaksi tubuh terhadap mikroorganisme dan benda asing yg ditandai oleh panas, bengkak, nyeri, dan gangguan fungsi organ tubuh) kronis dari tipe gangguan tertentu, yang menyebabkan gastritis dari tipe yang spesifik yaitu gastritis kronisa.[1]
Jenis penyakit maag yang dilihat berdasarkan tingkat keparahan, dibedakan menjadi:
  • Maag ringan
    • Maag ringan masih tergolong tahap ringan dimana biasanya setiap orang sudah berada di tahap ini, jika dilakukan pemeriksaan akan terlihat asam lambung berlebih di bagian dinding.
  • Maag sedang
    • Maag pada tahap ini sudah menyebabkan nyeri, sakit dan mual yang menyakitkan.
  • Maag kronis
    • Maag kronis adalah maag yang sudah parah intensitasnya di bandingkan maag biasa.
  • Kanker lambung
    • Kanker lambung terjadi akibat mikroorganisme yang merugikan, yaitu Helycobacter pylori

    • s

      Apa saja gejala maag yang biasanya muncul?

      Sebagian besar orang mungkin memahami gejala maag ketika ada kenaikan asam lambung. Sebenarnya tidak sepenuhnya salah, karena kenaikan asam lambung tersebut memang bisa menjadi satu dari beberapa gejala maag karena penyakit tertentu.
      Namun selain itu, masih ada beragam gejala maag atau asam lambung dengan tingkat keparahan yang bisa berbeda-beda pada setiap orang.
      Berikut ini berbagai gejala umum yang akan muncul ketika seseorang mengalami maag:

      1. Nyeri pada dada seperti terbakar (heartburn)

      penyebab dada terasa sesak
      Gejala paling awal yang biasanya dirasakan ketika maag muncul yakni dengan naiknya asam lambung. Produksi asam dalam jumlah banyak pada lambung, akan membuatnya mengalir naik ke atas.
      Selanjutnya, asam lambung akan terus mengalir hingga ke ulu hati, dada, lalu mencapai kerongkongan. GERD atau refluks asam lambung merupakan salah satu penyebab maag yang memiliki ciri khas seperti ini.
      Berbeda dengan kenaikan asam lambung biasa yang dapat dengan mudah kembali normal, gejala maag karena GERD tidaklah demikian. Terkadang, maag bisa membuat Anda mengalami rasa seperti terbakar tepat di bagian tengah dada atau di atas perut.
      Hal ini tentu saja akan membuat dada terasa nyeri dan tidak nyaman, atau disebut sebagai heartburn. Namun, setiap orang biasanya mengalami tingkat keluhan nyeri dada dan rasa terbakar yang tidak sama.
      Ada yang hanya terasa ringan, biasa saja, bahkan sangat kuat. Rasa nyeri pada dada seolah terbakar ini bisa terjadi kapan saja. Akan tetapi, biasanya rasa sakinya akan semakin menjadi-jadi di malam hari.

      2. Perut kembung

      penyakit usus halus pendek
      Gejala naiknya asam lambung karena maag biasanya akan menghasilkan banyak gas di dalam perut. Penumpukan jumlah gas tersebutlah yang kemudian membuat perut terasa kembung, seperti penuh terisi banyak makanan atau minuman.
      Padahal sebenarnya, bukan makanan dan minuman yang membuat perut kembung. Melainkan karena banyaknya jumlah gas yang dihasilkan oleh asam lambung.
      Gejala perut kembung ini umumnya dialami oleh orang dengan tukak lambung, maupun gangguan pencernaan lainnya yang mengarah pada penyebab maag.

      3. Sakit perut

      perut kembung saat haid
      Semua kondisi yang menyerang sistem pencernaan, umumnya akan menimbulkan rasa nyeri atau sakit pada perut. Biasanya, Anda akan merasakan gejala berupa naiknya asam lambung yang seolah sudah memenuhi seisi perut.
      Alhasil, kondisi tersebutlah yang kemudian membuat Anda mengeluhkan sakit perut. Namun, tidak jauh berbeda dengan rasa nyeri pada dada, sakit perut sebagai gejala maag ini bisa disebabkan oleh beragam penyakit tertentu.
      Misalnya peradangan lambung atau gastritis, tukak lambung, sindrom iritasi usus (IBS), infeksi pada perut, dan lain sebagainya terkait sistem pencernaan. Selain itu, tingkat keparahan sakit perut ini juga biasanya berbeda-beda pada setiap orang, bahkan setiap waktu.
      Terkadang, Anda mungkin mengalami sakit perut hebat sampai membuat sulit beraktivitas. Sementara beberapa lama kemudian, sakit perut mungkin mulai mereda secara perlahan menjadi lebih ringan.

      4. Mual dan muntah

      ingin muntah saat cemas
      Mual dan muntah bisa menjadi gejala maag yang disebabkan oleh berbagai gangguan pencernaan. Misalnya peradangan lambung atau gastritis, tukak lambung, maupun infeksi perut.
      Selain karena penyakit tertentu, maag juga bisa disebabkan oleh kebiasaan makan yang terlalu berlebihan bahkan sangat cepat. Terlebih ditambah dengan adanya peningkatan asam lambung yang naik ke kerongkongan, sakit perut, hingga nyeri pada dada.
      Kesemua hal tersebut yang akan semakin memicu timbulnya rasa mual, hingga kemudian membuat Anda muntah-muntah. Mual dan muntah biasa saja mungkin tidak terlalu berbahaya.
      Namun, jika tidak segera diketahui penyebabnya, kondisi ini dapat menjadi tanda dari penyakit yang lebih serius.

      5. Mulut terasa asam atau pahit

      cara mencegah mulut kering saat puasa
      Selain mengalami ketidaknyamanan pada perut, dada, disertai dengan mual dan muntah, mulut biasanya juga terasa asam atau pahit. Ini terjadi karena asam lambung, serta makanan dan minuman yang baru dikonsumsi justru kembali ke kerongkongan.
      Padahal normalnya, makanan, minuman, dan asam lambung seharusnya tetap berada di sistem pencernaan. Setelah naik ke arah kerongkongan atau esofagus, asam lambung serta makanan dan minuman yang telah cukup lumat tersebut akan masuk ke bagian belakang tenggorokan.
      Kenaikan semua hal tersebutlah yang kemudian membuat mulut terasa pahit atau asam, yang tentunya aneh tidak seperti biasanya. Rasa aneh pada mulut tersebut lebih cenderung timbul di bagian belakang.
      Refluks asam lambung atau GERD merupakan salah satu penyebab maag yang bisa membuat mulut terasa asam atau pahit.

      6. Sering bersendawa

      mengatasi sensasi mulut panas
      Sebelumnya sempat dijelaskan bahwa peningkatan produksi jumlah asam, bisa memicu asam lambung tersebut naik ke kerongkongan. Terlebih ketika hal tersebut ditambah dengan adanya rasa tidak nyaman pada perut disertai dengan penumpukan gas.
      Kalau sudah begini, bersendawa sering kali menjadi pilihan terbaik untuk membantu melegakan perut dan kerongkongan. Pasalnya, asam lambung, gas, serta udara yang menumpuk di dalam perut biasanya akan ikut keluar ketika Anda bersendawa.
      Akan tetapi, sendawa yang dilakukan oleh orang dalam kondisi normal atau sehat ternyata berbeda dengan orang yang mengalami gejala maag. Jika biasanya sendawa hanya terjadi sesekali khususnya setelah makan, hal tersebut tidak berlaku bagi Anda yang mengalami maag.
      Sendawa yang merupakan satu dari beberapa gejala maag ini biasanya terjadi berulang kali, tidak peduli Anda sudah atau belum makan. Kondisi ini memang bisa terjadi secara otomatis, demi meringankan keluhan perut yang sakit dan penuh dengan asam, gas, serta udara.
      Namun sayangnya, terkadang Anda bisa terus bersendawa meski sedang tidak ada gas maupun asam yang menumpuk berlebih di dalam perut. Akibatnya, sendawa yang terkesan “dipaksakan” ini hanya akan mengalirkan udara ke kerongkongan saja, dan berbeda dengan sendawa yang seharusnya.
      Alih-alih mengeluarkan gas atau udara sehingga membuat perut lebih lega, sendawa tersebut justru dapat memasukkan banyak udara dari luar. Tak menutup kemungkinan, nantinya akan ada lebih banyak gas berlebih di dalam perut yang juga harus dikeluarkan melalui sendawa.
      Akan tetapi, jika ternyata masalah yang membuat perut tidak nyaman bukanlah karena udara berlebih di perut, sendawa tidak akan membuat lebih lega. Seperti yang dijelaskan tadi, sendawa bahkan bisa memperburuk kondisi karena memperbanyak jumlah udara di perut.
      Ketika sendawa tidak memberikan kenyamanan, tentu menjadi pertanda ada masalah dengan pencernaan Anda. Gejala maag ini bisa dialami oleh berbagai gangguan pencernaan, misalnya tukak lambung.

      7. Mudah merasa kenyang

      menaikkan berat badan
      Ketika diserang oleh gejala maag, perut biasanya terasa sakit karena dipenuhi oleh produksi asam lambung serta gas. Kondisi ini yang tanpa sadar membuat Anda merasa kenyang, seperti baru saja makan dan minum.
      Padahal, mungkin belum ada sesuap nasi atau bahkan setenggak air pun yang masuk ke dalam perut Anda. Itu sebabnya, gejala maag kadang bisa membuat Anda malas makan karena merasa sudah kenyang.
      Bahkan saat makan pun, Anda akan merasa cepat sekali kenyang meski pada menyuap beberapa sendok nasi, lauk, dan sayur. Singkatnya, porsi makanan Anda ketika sedang mengalami maag jauh lebih sedikit, dan berbeda dengan porsi makan di hari-hari biasanya.

      8. Merasa tidak nyaman setelah makan

      gula darah setelah makan
      Serupa dengan perasaan yang mudah kenyang, Anda juga akan merasakan perut yang sangat penuh dan kekenyangan setelah makan. Padahal mungkin saja, porsi makanan yang Anda makan sebenarnya sedikit.
      Jika dibandingkan ketika tidak sedang mengalami maag, porsi makanan sekali makan bisa jauh lebih banyak daripada saat maag. Tentu saja, porsi makanan dalam keadaan normal tersebut tidak akan membuat Anda merasa kekenyangan setelahnya.
      Rasa kekenyangan tersebut yang kemudian membuat Anda mengeluhkan ketidaknyamanan setelah makan, terutama di perut bagian atas.

      Kapan harus ke dokter?

      Granuloma Inguinale adalah
      Berbagai gejala maag tersebut memang biasanya bisa segera pulih dengan bantuan obat-obatan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkiann kalau gangguan pencernaan ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
      Maka itu, jangan tunda untuk memeriksakan kesehatan Anda ke dokter ketika gejala berkembang semakin buruk, seperti:
      • Muntah darah, atau tampak seperti bubuk kopi.
      • Susah sekali makan karena kehilangan selera makan.
      • Berat badan semakin menurun dari hari ke hari.
      • Feses berwarna hitam, atau tampak disertai darah di dalamnya.
      • Rasa sakit pada perut tidak kunjung membaik, bahkan bertambah parah.
      • Nyeri hebat di perut sebelah kanan atas maupun bawah.
      • Sesak napas.
      • Berkeringat deras terus-menerus.
      • Frekuensi muntah terus bertambah dan tidak kunjung membaik.
      Jika semua gejala tersebut masih Anda alami lebih dari 2 minggu, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Dengan begitu, dapat segera dicari tahu penyebab dan penanganan yang tepat.
    • sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Maag
    • https://www.alodokter.com/sakit-maag
    • https://www.alodokter.com/sakit-maag