Minggu, 29 September 2019

struktur dan fungsi daun

Fungsi & Struktur Daun ~ Daun terletak di bagian atas tumbuhan dan melekat pada batang. Daun merupakan modifikasi dari batang. Daun merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun.

Struktur Dan Fungsi Jaringan Daun

Proses tumbuh kembang pada daun beda jauh dengan proses pertumbuhan yang terjadi di bagian akar maupun batang. Sebab proses pertumbuhan dibagian daun sangat terbatas.
Daun juga termasuk bagian organ paling utama pada tumbuhan yang berperan menghasilkan karbohidrat melewati sebuah proses yang disebut dengan fotosintesis.
Fungsi daun sebagai bagian tumbuhan ialah untuk tempat fotosintesis atau produksi bahan-bahan makanan tumbuhan. Selain itu daun mempunyai fungsi lain menjadi alat ekskresi peristiwa evaporasi maupun gutasi yang dimanfaatkan menjadi tempat dilakukannya proses penukaran gas O2 dengan CO2 karena adanya stomata serta gutatoda.
Sama halnya dibagian akar maupun batang, daun juga memiliki 3 bagian sistem jaringan. Masing masing bagian helai daun juga tersusun oleh bagian selapis epidermis untuk pelindung, dibagian jaringan dasar parenkim (mesofil), serta berkas vaskuler.

1. Epidermis

Struktur daun yang pertama adalah epidermis. Bagian ini berada di bagian permukaan di atas daun (permukaan adaksial). Di bagian lapisan ini tak tersedia ruang antara sel-sel. Antara bagian sel epidermis tersebut ada bagian sel penjaga berfungsi membantu pembentukan stomata. Dibawah ini bagian-bagian dari epidermis.

Stomata

Fungsi stomata sendiri ialah sebagai tempat pertukaran gas maupun pertukaran air. Bagian stomata yang ada dibagian permukaan daun secara menyebar yang memiliki jumlah lebih banyak daripada bagian permukaan di atas daun.
Bila pada tumbuhan terestrial, bagian stomata biasanya banyak ditemukan diarea permukaan tepatnya di bawah daun. Adapun tumbuhan yang tumbuh di atas air, memiliki stomata lebih banyak ditemukan dibagian permukaan di atas daun.

Kutikula

Kutikula ialah bagian yang terjadi dalam proses penebalan dibagian dinding sel luar epidermis dibagian atas. Kutikula berfungsi dalam upaya mencegah penguapan, dengan begitu dapat digunakan untuk menurunkan kadar hilangnya air karena dapat terjadi lewat epidermis bagian atas.

Trikomata

Berikutnya adalah trikomata atau yang sering disebut dengan sel rambut halus. Bagian trikomatan mengalami pembentukan dibagian epidermis atas maupun bawah daun yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan yang melampaui batas ataupun dengan jumlah yang sangat berlebihan yang bisa mengurangi air dalam tumbuhan.

Bulliform dan velamen

Bagian ini berperan penting sama halnya struktur sebelumnya. Khususnya epidermis daun. Blliform dengan velamen termasuk bagian sel yang dimanfaatkan untuk proses penyimpanan air dan berukuran lebih besar daripada ukuran sel epidermis lainnya.

2. Mesofil (Jaringan Dasar)

Mesofil dibagian daun merupakan jaringan dasar yang dibentuk dari parenkim palisade (jaringan penyokong) dengan jaringan spons (bunga karang). Untuk jenis tumbuhan dikotil, bagian bawah epidermis ada bagian sel-sel parenkim.
Kemudian sel-sel parenkim juga akan mengalami pembentukan sehingga jadi jaringan parenkim palisade serta jaringan spons. Jaringan parenkim palisade ialah jaringan parenkim pada daun dengan memiliki kloroplas berjumlah banyak dengan begitu, bagian jaringan tersebut dapat melangsungkan proses fotosintesis. Adapun sel dibagian jaringan parenkim juga dapat tersusun sangat rapat.
Di bagian jaringan spons tumbuhan dikotil ialah bagian jaringan yang bagian dalamnya terdapat pembuluh pengangkut. Pada bagian jaringan tersebut ditemukan kloroplas, tapi jumlah yang ditemukan lebih sedikit dibandingkan kloroplas yang ditemukan dibagian jaringan parenkim palisade.
Sementara pada tumbuhan monokotil umumnya tak ada jaringan parenkim palisade, tapi di bagian tersebut Cuma ada jaringan spons. Pada proses fotosintesis seluruh bagian penyusun jaringan spons memiliki bentuk membulat.
Di bagian jaringan tersebut juga terdapat ruang yang dipakai untuk pertukaran sel. Sama halnya dengan tumbuhan dikotil, jaringan spons yang ada di tumbuhan monokotil juga memiliki pembuluh pengangkut. Cirri khas jaringan spons ialah adanya lekukan-lekukan yang selanjutnya menjadi alat penghubung antar sel.

3. Berkas Vaskuler

Selanjutnya adalah penyusun berkas vaskuler untuk daun ialah folem dengan xilem yang berada dibagian tulang daun, tulang-tulang cabang, maupun urat-urat daun yang terlihat menonjol di permukaan bawah daun. Xilem berguna untuk membantu mengalirkan air maupun mineral.
Berikutnya bagian sel-sel floem bermanfaat membantu mengedarkan zat-zat organik hasil proses fotosintesis yang dilakukan. Berkas vaskuler merupakan lanjutan berkas vaskuler pada bagian batang, walaupun luasnya tak seluas bagian batang.
Karena adanya tulang daun di xilem dan floem pada bagian tulang daun, itu artinya tulang daun memiliki fungsi cukup penting. Sedangkan fungsi tulang daun bukan hanya dimanfaatkan untuk penguat atau memberi bentuk helaian daun, tapi juga digunakan dalam upaya membantu proses transpor antara pembuluh satu dengan lainnya dalam tumbuhan.
Berkas vaskuler daun, tersebar sampai ke semua bagian helaian-helaian daun. Sehingga berkas vaskuler pada tengah helaian daun, juga akan mengalami pembentukan jadi tulang daun. Adapun pola maupun sketsa yang tulang daun akan dibentuk sebagai pertulangan daun. Ada dua kategori pola utama pertulangan daun, yaitu pertulangan jala dengan pertulangan sejajar.
Itulah pembahasan tentang struktur daun secara lengkap. Proses fotosintesis dilakukan di bagian daun sehingga peran daun sangat penting bagi tumbuhan. Proses fotosintesis tersebut juga bisa mempengaruhi perkembangan tumbuhan. Semoga bermanfaat.

Fungsi Daun

Berikut ini adalah fungsi fungsi daun, diantaranya:

Tempat Berlangsungnya Fotosintesis

Daun berfungsi sebagai tempat fotosintesis yaitu suatu proses pengolahan atau produksi makanan dari karbondioksida (CO2) melalui stomata dan air menjadi zat tepung dengan bantuan energi cahaya. Pada tumbuhan dikotil, fotosintesis ini terjadi di jaringan parenkim palisade, sedangkan pada tumbuhan monokotil fotosintesis ini terjadi pada jaringan spons.

Sebagai Alat Respirasi

Didalam daun terdapat stomata yang berfungsi untuk bernafas atau sebagai sebuah alat pernafasan.

Sebagai Alat Reproduksi Vegetatif

Daun sebagai alat reproduksi vegetatif ini contohnya terjadi pada tanaman cocor bebek yang membentuk tunas daun. Daunnya berfungsi untuk memperbanyak tanaman.

Mengatur Proses Transpirasi

Untuk proses penguapan air pada daun yang melalui mulut daun atau stomata dan kutikula yang ada di permukaan daun dan lebih banyak di bagian bawah daun. Namun yang dapat mengurangi penguapan adalah kutikula yang terdapat di permukaan daun.

Prose Gutasi

Sebagai prose gutasi maksudnya, daun menjadi tempat keluarnya cairan atau air yang berupa tetesan-tetesan.

Jenis Jenis Daun

Berikut ini jenis jenis daun yang

Daun Skala

Daun skala atau cataphylls banyak ditemukan pada rimpang, kecil, kasar, daun pelindung yang menyertakan dan melindungi tunas. Daun biji atau kotiledon dimodifikasi daun yang ditemukan pada tanaman embrio dan biasanya berfungsi sebagai organ penyimpan.

Daun Penyimpanan

Daun penyimpanan biasanya ditemukan pada tanaman berumbi dan succulents, daun ini berfungsi sebagai organ penyimpanan makanan.

Duri dan Sulur

Duri dan sulur biasanya ditemukan pada tanaman barberry dan kacang, daun dimodifikasi khusus untuk melindungi tanaman atau membantu dalam mendukung batang.

Duri

Jenis daun duri atau jarum ini dimiliki oleh beberapa tanaman Konifer seperti pinus, cemara, cemara, pohon salam, dan lainnya. Tanaman ini biasanya memiliki kutikula lilin dengan stomata cekung untuk membantu mencegah kekeringan dan sebagian besar memiliki kanal resin di kedua sisi sistem vaskular. Resin tersebut diduga berfungsi untuk membantu mencegah dan menjaga kerusakan dari serangga.

Paralel

Daun paralel berurat adalah jenis daun yang memiliki banyak pembuluh darah. Pada dasarnya sejajar satu sama lain dan saling terhubung lateral demi menit, veinlets lurus. Dalam jenis paling umum dari paralel urat biasanya ditemukan dalam tanaman dari keluarga rumput yang di mana pembuluh darah berjalan dari dasar ke sebuah puncak daun. Tipe lain paralel venation ini ditemukan pada tanaman seperti pisang, calla, dan pickerelweed, di mana suatu pembuluh darah paralel berjalan lateral dari pelepah. Daun paralel berurat ditemukan pada tanaman bagian dari kelompok monokotil.

Menyirip

Daun jaring berurat atau retikular berurat yang memiliki pembuluh darah cabang dari pelepah utama lalu terbagi menjadi veinlets halus yang kemudian bersatu dalam jaringan yang rumit. Sistem pembuluh darah tersebut terperangkap agar daun lebih tahan terhadap robekan daripada kebanyakan daun paralel berurat. Jaring venation ini dapat berupa daun venation menyirip atau venation palmate. Dalam venation menyirip, pembuluh darah memperpanjang lateral dari pelepah ke tepi, seperti contohnya daun apel, cherry dan peach. Venation palmate terjadi pada tanaman anggur dan maple daun yang di mana pembuluh darah utama terbentang, seperti tulang rusuk dari kipas angin, dari tangkai daun dekat dengan pangkal helai daun. Daun jaring berurat terdapat pada tanaman bagian dari kelompok Tumbuhan berbiji belah.
Hasil gambar untuk STRUKTUR DAN FUNGSI daun

STRUKTUR DAN FUNGSI BATANG

Fungsi & Struktur Batang ~ Batang merupakan organ tumbuhan yang umumnya terletak di atas tanah, walaupun ada beberapa tumbuhan yang batangnya berada di dalam tanah, misalnya Canna sp. Namun, di sini batang mempunyai ciri-ciri khusus yaitu bagian yang berdaun dan mempunyai buku dan ruas. 
A.Struktur Batang

1. Struktur Mortofologi Batang 
Pada tumbuhan Angiospermae ada tiga tipe batang, yaitu tipe rumput (kalmus), tipe lunak berair (herbaseus atau terna), dan tipe berkayu (lignosus). pada permukaan batang berkayu terdapat lentisel, Lentisel berfungsi sebagai tempat keluar masuknya gas pada tumbuhan. Batang tumbuhan herba (terna) umumnya lunak, berwarna hijau karena berklorofil, jaringan kayunya sedikit atau tidak ada, ukuran batang kecil dan pendek. Bagian  luar batang berupa lapisan epidermis yang berdinding tipis, tidak terdapat gabus dan terdapat stomata. Contoh tumbuhan herba adalah bayam, kacang, dan jagung.

2. Struktur Anatomi Batang
Pada ujung batang yang sedang tumbuh, tepatnya dibelakang meristem apikal, terbentuk jaringan primer seperti yang terdapat di ujung akar terdiri atas jaringan berikut ini.
  • Protoderma, merupakan bagian luar yang akan membentuk epidermis.
  • Prokambium, terletak di bagian tengah, akan membentuk xilem, floem, dan kambium vaskular.
  • Meristem dasar, yaitu jaringan yang akan membentuk empulur dan korteks.
Hanya tumbuhan dikotil yang memiliki kambium sehingga dapat terjadi pertumbuhan sekunder. Hal tersebut menyebabkan tumbuhan sikotil memiliki struktur sekunder.

3. Struktur Primer Batang
Semua tumbuhan memiliki struktur primer, yaitu struktur jaringan yang terbentuk pada awal pertumbuhan batang pada ujung batang. Berikut ini akan dibahas struktur primer batang monokotil dan dikotil.

a. Struktur Primer Batang Monokotil
Struktur primer batang monokotil tediri dari epidermis pada bagian luar, dan pada bagian dalam terdiri atas sklerenkimia, parenkimia korteks, ikatan pembuluh, dan parenkima empulur. Ikatan pembuluh pada struktur primer batang monokotil tersebar acak hingga empulur, sehingga batas korteks dan empulur tidak tampal.
Struktur primer batang Monokotil


 b. Struktur Primer Batang Dikotil
    Srtruktur batang dikotil dibangun oleh sistem jaringan primer sebagai berikut.
  1. Epidermis, jaringan ini terbentuk dari sel-sel pipih yang berfungsi melindungi jaringan didalamnya; umumnya berdiri satu lapis, dinding sel epidermis tebal dan dilapisi oleh kitin atau kutikula.
  2. Korteks, jaringan ini ada dibawah epidermis yang tersusun dari sel-sel parenkimia, fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan. pada beberapa jenis tumbuhan, dinding sel-sel parenkimianya menebal membentuk kolenkimia dan sklerenkimia, yang berfungsi memperkuat batang.
  3. stele atau silinder pusat, daerah ini merupakan bagian terdalam batang. Stele tersusun oleh xilem, floem, kambium vaskular, dan empulur.



Struktur primer batang Dikotil
4. Struktur Sekunder Batang

Hanya tumbuhan fikotil yang memiliki kambium sehingga hanya dikotil yang mengalami pertumbuhan sekunder. jaringan sekunder terbentuk akibat aktivitas kambium. Macam-macam jaringan sekunder pada tumbuhan dikotil akan  di jelaskan sebagai berikut.

a. Floem Sekunder
    Floem sekunder merupakan jaringan floem yang letaknya lebih dalam dari floem primer, yang terbentuk oleh kambium ke arah luar. akibat terbentuknya jaringan floem sekunder, kulit batang dikotil membesar atau mengalami pertumbuhan sekunder.

b. Xilem Sekunder
    Xilem sekunder merupakan jaringan xilem yang dibentuk oleh jaringan kambium kearah dalam. Letak xilem sekunder lebih kearah luar dari pada letak xilem primer. Pertumbuhan jari-jari xilem tidak sama setiap tahun, tergantung pada curah hujan, persediaan air, makan dan pengaruh musim.

c. Gabus dan Kambium Gabus
    Gabus (felem) merupakan jaringan yang dibentuk oleh kambium gabus (felogen) kearah luar. sebaliknya, kearah dalam felogen akan membentuk feloderm atau parenkima gabus. Gabus terdiri dari sel-sel yang dinding selnya mengalami penebalan oleh suberin atau bersifat impermeabel. Pada jaringan gabus dikulit batang, terdapat lentisel. Bentuknya menyerupai "bisul" yang mempunyai lubang sebagai jalan keluar masuknya udara.
A. Fungsi Batang Tumbuhan

Batang pada tumbuhan berfungsi sebagai penyangga. Batang juga terdiri atas pembuluh yang menyalurkan air dan mineral yang penting ke seluruh bagian tumbuhan. Tumbuhan memerlukan sinar matahari untuk membuat makanannya, sehingga fungsi batang yang lain adalah memastikan tumbuhan mendapat sinar matahari. Batang pohon merupakan batang berkayu yang sangat kuat dengan cabang-cabang kayu. Batang pohon tumbuh tinggi untuk memperoleh sinar matahari. Batang tumbuhan lain seperti tumbuhan menjalar, melingkar, dan meliuk juga bertujuan untuk mencari jalan mendapatkan sinar matahari.
Jenis-jenis Batang Tumbuhan, Contoh, dan Gambarnya.
Batang tumbuhan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu batang berkayu, batang basah, dan batang rumput.
Jenis-jenis Batang Tumbuhan, Contoh, dan Gambarnya

1.  Batang Berkayu

Batang berkayu pada umumnya memiliki tekstur yang keras.  Batang berkayu memiliki kambium, arah pertumbuhan yang keluar akan membentuk kulit dan arah tumbuh yang ke dalam akan membentuk kayu.
Batang berkayu dapat bertambah besar karena adanya aktivitas kambium yang selalu melakukan pembelahan sekunder.
Karena sifatnya yang keras inilah, maka batang berkayu banyak dimanfaatkan sebagai bahan utama perabot rumah tangga, seperti almari, meja kursi, dan pintu.
Contoh dari tumbuhan berbatang kayu adalah pohon jati, pohon nangka, pohon jambu, pohon mahoni, pohon albasia, dan pohon trembesi.

2.  Batang Basah

Batang basah memiliki ciri utama lunak, berair, dan pendek. Karena sifatnya yang lunak, maka batangnya tidak keras dan mudah dipotong.
Contoh tumbuhan yang berbatang lunak, antara lain pohon pisang, bayam, pacar air, selada air, dan kangkung.

3.  Batang Rumput

Batang rumput tidak berkayu, memiliki ruas-ruas yang nyata, dan berongga, serta umumnya pendek.
Contoh tumbuhan yang memiliki batang rumput adalah rumput, padi, jagung, tebu, dan gelagah.

SUMBER:

struktur dan fungsi akar

Fungsi dan Struktur Akar ~ Akar merupakan bagian bawah tumbuhan yang biasanya berkembang di bawah permukaan tanah. Beberapa tumbuhan ada yang memiliki akar yang tumbuh di udara. Bentuk dan struktur akar sangat beragam. Keadaan ini berkaitan dengan fungsi akar sebagai penyimpan cadangan makanan, akar sukulen, akar napas, dan akar rambut.
1.1 Morfologi (struktur luar) akar. Ukuran panjang akar tergantung pada jenis tumbuhan. Misalnya tumbuhan apel memiliki akar yang panjang. Selain itu panjang akar dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal yang mempengaruhi panjang akar misalnya porositas tanah, tersedianya air dan mineral dalam tanah, serta kelembapan tanah. Misalnya, tumbuhan yang hidup di gurun memiliki akar yang panjang.





 Morfologi akar tersusun atas batang akar, ujung akar, tudung akar, dan rambut akar. Morfologi (struktur luar) akar tersusun atas rambut akar, batang akar, ujung akar, dan tudung akar. Ujung akar merupakan titik tumbuh akar. Ujung akar terdiri dari jaringan meristem yang sel-selnya berdinding tipis dan aktif membelah diri. Ujung akar dilindungi oleh tudung akar (kaliptra). Tudung akar berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah. Untuk memudahkan akar menembus tanah, bagian luar tudung akar mengandung lendir. Pada akar, terdapat rambut-rambut akar yang merupakan perluasan permukaan dari sel-sel epidermis akar. Adanya rambut-rambut akar akan memperluas daerah penyerapan air dan mineral. Rambut-rambut akar hanya tumbuh dekat ujung akar dan umumnya relatif pendek. Bila akar tumbuh memanjang ke dalam tanah maka pada ujung akar yang lebih muda akan terbentuk rambut-rambut akar yang baru, sedangkan rambut akar yang lebih tua akan hancur dan mati.


1.2    Anatomi (struktur dalam) akar.
Bila akar tumbuhan dikotil maupun monokotil disayat melintang, kemudian diamati di bawah mikroskop akan tampak bagian-bagian dari luar ke dalam, yaitu epidermis, korteks, endodermis, dan stele (silinder pusat).
Epidermis akar (kulit luar). Epidermis akar merupakan lapisan luar akar. Epidermis akar terdiri dari selapis sel yang tersusun rapat. Dinding sel epidermis tipis dan mudah dilalui oleh air. Sel-sel epidermis akan bermodifikasi membentuk rambut-rambut akar.
Korteks akar (kulit pertama). Korteks akar terdiri dari beberapa lapis sel yang berdinding tipis. Di dalam korteks akar terdapat ruang-ruang antarsel. Ruang antarsel berperan dalam pertukaran gas. Korteks berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
Endodermis akar. Endodermis akar terdiri dari selapis sel yang tebal. Bentuk dan sususan sel-sel endodermis berbeda dengan bentuk dan susunan sel-sel di sekitarnya. Oleh karena itu, batas korteks dengan endodermis terlihat jelas jika diamati di bawah mikroskop. Endodermis berperan sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.
Stele akar (silinder pusat). Stele pada akar tersusun atas perisikel (perikambium), xilem (pembuluh kayu), dan floem (pembuluh tapis). Perisikel merupakan lapisan terluar dari silinder pusat yang terdiri dari satu atau beberapa lapisan sel. Perisikel berfungsi dalam pertumbuhan sekunder dan pertumbuhan akar ke samping. Sedangkan xilem dan floem yang merupakan berkas pembuluh angkat terletak di sebelah dalam perisikel. Pada akar tumbuhan monokotil terdapat empulur, sedangkan pada akar tumbuhan dikotil tidak terdapat empulur.
Hasil gambar untuk STRUKTUR DAN FUNGSI AKAR

Fungsi Akar

Akar pada tumbuhan memiliki fungsi utama. Adapun fungsi akar pada tumbuhan secara umum adalah sebagai berikut :
1. Sebagai penyokong batang tumbuhan dan untuk memperkuat serta memperkokoh berdirinya tumbuhan.
2. Menyerap garam mineral dan air melalui bulu-bulu akar.
3. Sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya wortel dan ketela pohon.
4. Sebagai alat pernapasan misalnya pada tumbuhan bakau.
5.  Sebagai alat perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan tertentu

Jenis-jenis Akar

Bentuk-bentuk akar pada tumbuhan menjadi salah satu pembeda dalam pengelompokan tumbuhan tingkat tinggi. Pada saat biji berkecambah, bakal akar (radikula) berkembang menjadi akar lembaga. Secara umum, akar dibedakan menjadi dua jenis, yaitu akar tunggang dan akar serabut.

Perbedaan Akar tunggang dan akar serabut

1. Akar tunggang

Akar tunggang umumnya dimiliki oleh tumbuhan berkeping dua (dikotil) yang diperbanyak secara generatif dengan biji. Jenis akar ini mempertahankan akar lembaganya. Akar lembaga berkembang menjadi akar pokok (primer) yang akan bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga ini disebut akar tunggang (radix primaria) yang memiliki percabangan.

2. Akar serabut

Akar serabut umumnya dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monokotil). Akar serabut berbentuk seperti serabut-serabut kelapa, kecil, dan panjang. Namun perakaran tumbuhan dikotil yang diperbanyak secara vegetatif juga berupa akar serabut. Akar serabut terbentuk dari akar lembaga yang mati dan tumbuh akar-akar baru yang memiliki ukuran yang relatif sama dan keluar dari pangkal batang.

Jenis Jenis Akar Berdasarkan Fungsinya

Fungsi utama akar adalah sebagai organ penyerap air dan hara mineral. Namun, terdapat fungsi lain dari akar tumbuhan. Menurut fungsinya tersebut, akar dibedakan menjadi:

1. Akar gantung atau akar udara (radix aereus)


Jenis-jenis akar yaitu Akar gantung

Akar gantung terdapat di atas permukaan tanah, melekat pada batang, menggantung, tumbuh menjuntai ke arah tanah. Akar ini berfungsi untuk menyerap air dan gas dari udara (bernafas). Contoh tumbuhan yang memiliki akar gantung ini yaitu pohon beringin dan tanaman anggrek.

2. Akar pembelit (cirrhus radicalis)


Jenis-jenis akar yaitu akar pembelit

Akar ini membelit batang pokok tempat melekatnya tumbuhan. Berfungsi untuk membelit penunjang dari tumbuhan merambat. Contohnya tumbuhan yang memiliki akar pembelit adalah panili.

3. Akar napas (pneutophora)


Jenis-jenis akar yaitu Akar napas

Akar nafas merupakan bagian akar yang tumbuh keluar dari batang bagian bawah yang sebagian menyembul keluar dan sebagian lagi tumbuh di dalam tanah. Bagian akar yang menyembul keluar merupakan tempat masuknya udara melalui celah-celah permukaan akar. Contoh tumbuhan yang memiliki akar napas ini yaitu bakau dan pandan.

4. Akar pelekat (radix adligans)


Jenis-jenis akar yaitu Akar pelekat

Akar ini tumbuh dari ruas atau buku-buku batang serta tumbuh melekat dan memanjat pada batang . Berfungsi membantu tumbuhan memanjat untuk menempel pada penunjangnya. Contoh: sirih

5. Akar penghisap (haustorium)


Jenis-jenis akar yaitu Akar penghisap

Akar ini mempunyai fungsi sebagai penyerap air, hara mineral, dan makanan dari batang pohon yang ditumpanginya. Tumbuhan dengan akar ini hidup sebagai parasit. Contohnya seperti pada akar benalu.

6. Akar tunjang


Jenis-jenis akar yaitu Akar tunjang

Akar tunjang tumbuh di bagian bawah batang. Akar ini tumbuh ke segala arah. Gunanya untuk menunjang agar batang tidak rebah. Contohnya pada tanaman bakau dan pandan.

7. Akar lutut


Jenis-jenis akar yaitu Akar lutut

Sebagian akar ini tumbuh di atas tanah kemudian tertanam di dalam tanah, timbul tenggelam seperti bentuk gelombang yang berfungsi sebagai alat pernapasan . Contohnya yaitu tanaman bruguiera parvifolia

8. Akar banir


Jenis-jenis akar yaitu Akar banir

Bagian akar ini tumbuh tinggi di atas permukaan tanah, berbentuk pipih seperti papan.
Akar banir adalah akar yang berbentuk seperti papan menonjol di bagian pangkal pohon berukuran lebih besar dari batang pohonnya. Akar banir memiliki fungsi untuk membantu tegak berdirinya batang tumbuhan. Kebanyakan pohon yang memiliki akar jenis ini adalah pohon yang tumbuh di hutan tropis. Contoh tumbuhan dengan akar ini yaitu sukun, pohon kenari dan pohon randu.

Minggu, 01 September 2019