Kamis, 17 Oktober 2019

JANTUNG KORONER

Definisi

Apa itu penyakit jantung koroner (PJK)?

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah masalah jantung yang terjadi akibat penyempitan pembuluh arteri koroner. Pembuluh arteri koroner menyempit disebabkan oleh penumpukan plak kolesterol di dinding dalamnya untuk jangka waktu panjang. Penyempitan dinding arteri ini disebut aterosklerosis.
Seiring berjalannya waktu, PJK dapat menyebabkan otot jantung melemah sehingga menimbulkan komplikasi seperti gagal jantung dan aritmia (gangguan irama jantung)

Seberapa umumkah penyakit jantung koroner (PJK)?

Semua orang dapat mengalami penyakit ini. PJK adalah jenis penyakit jantung kronis yang menyebabkan tingginya angka kematian di dunia.
Namun, orang berkulit hitam dan penduduk Asia Tenggara seperti Indonesia memiliki kemungkinan paling tinggi. Sekiranya ada 5-9% orang dewasa di atas 20 tahun yang menderita penyakit jantung koroner.
Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena gangguan ini dengan mengurangi faktor risiko. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda dan gejala penyakit jantung koroner (PJK)?

Gejala PJK biasanya tidak selalu langsung muncul di awal mula terjadinya penyakit. Namun seiring waktu, berikut gejala penyakit jantung koroner yang harus diwaspadai:

1. Nyeri dada (angina)

Angina adalah nyeri dada yang teramat sangat intens akibat otot jantung tidak mendapatkan cukup pasokan darah kaya oksigen. Rasa sakitnya mirip dicubit atau dada tertindih benda berat.
Sensasi dicubit tersebut dapat menyebar ke pundak, lengan, leher, rahang, dan punggung kiri. Bisa juga seperti menembus dari depan dada ke punggung. Rasa nyeri dapat muncul dan menjadi lebih parah saat pasien sedang beraktivitas berat, misalnya berolahraga.
Perlu Anda ketahui juga bahwa gejala angina pada pria dan wanita berbeda. Wanita cenderung melaporkan serangan jantung yang diawali kemunculan rasa nyeri spesifik di bawah dada dan perut bagian bawah.
Namun perlu diingat juga, tidak semua nyeri dada adalah gejala penyakit jantung koroner. Nyeri dada akibat angina umumnya biasa disertai oleh gejala lainnya, seperti keringat dingin.

2. Keringat dingin dan mual

Ketika pembuluh darah menyempit, otot-otot jantung akan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan suatu kondisi yang disebut iskemia. Kondisi ini akan memicu suatu sensasi yang sering dideskripsikan sebagai keringat dingin. Di sisi lain, iskemia juga dapat memicu reaksi mual dan muntah.

3. Sesak napas

Jantung yang tidak berfungsi normal kesulitan memompa darah segar ke paru sehingga Anda akan kesulitan bernapas.  Selain itu, cairan yang berkumpul di paru-paru juga menyebabkan sesak napas bertambah parah.
Sesak napas yang jadi gejala PJK biasanya terjadi bersamaan dengan nyeri dada.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda merasakan nyeri pada bagian dada yang terasa sangat intens, atau Anda curiga Anda terkena serangan jantung, segera pergi ke unit gawat darurat terdekat. Kadang pengidap PJK keliru mengira angina sebagai “masuk angin” yang seringkali membuat mereka terlambat mendapatkan pertolongan.
Konsultasikan dengan dokter apabila Anda memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol (lemak darah) tinggi, diabetes, kegemukan, atau apabila Anda merokok. Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung koroner.
Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu mencegah komplikasi dan mengurangi keparahan penyakit.

Penyebab

Apa penyebab penyakit jantung koroner (PJK)?

Penyebab penyakit jantung koroner ada banyak. Meski begitu, penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi, kolesterol dan trigliserida tinggi, diabetes, kegemukan, kebiasaan merokok, dan peradangan pada pembuluh darah merupakan faktor utama yang melukai dinding arteri sehingga menyebabkan PJK.
Saat arteri rusak, plak akan lebih mudah menempel pada arteri dan lambat laun menebal. Penyempitan pembuluh kemudian akan menghambat aliran darah kaya oksigen ke jantung. Jika plak ini pecah, trombosit akan menempel pada luka di arteri dan membentuk gumpalan darah yang memblokir arteri.  Hal ini dapat menyebabkan angina semakin parah.
Ketika bekuan darah cukup besar maka arteri akan tertekan, yang menyebabkan infark miokard atau kematian otot jantung.

Faktor-faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner (PJK)?

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi penyakit jantung koroner adalah:
  • Usia lanjut. Semakin tua, arteri akan semakin menyempit dan rapuh.
  • Pria lebih memiliki risiko terkena penyakit jantung koroner daripada wanita.
  • Apabila ada anggota keluarga Anda menderita gangguan jantung, maka risiko PJK meningkat.
  • Merokok. Nikotin dapat menyebabkan penyempitan arteri sementara carbon monoksida menyebabkan kerusakan pembuluh.
  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan/atau kadar lemak darah yang tinggi.
  • Memiliki trauma mental atau stres psikologis berat jangka waktu panjang.
Sementara aterosklerosis itu sendiri disebabkan oleh kebiasaan gaya hidup dan kondisi seperti:
  • Jarang atau bahkan tidak aktif bergerak.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Makan makanan kurang sehat.
  • Merokok.
  • Kolesterol tinggi.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Diabetes.
Tidak memiliki risiko tidak berarti Anda bebas dari kemungkinan terkena PJK. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes diagnosis penyakit jantung koroner (PJK) di rumah sakit?

1. Elektrokardiogram (EKG)

Elektrokardiogram berfungsi untuk merekam sinyal-sinyal listrik yang bergerak melalui jantung di dalam tubuh. EKG seringkali dapat mendiagnosis bukti serangan jantung sebelum kejadian atau yang sedang berlangsung.

2. Ekokardiogram

Ekokardiogram adalah tes untuk mendiagnosis kondisi penyakit jantung koroner. Alat ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar jantung Anda. Selama ekokardiogram, dokter Anda dapat menentukan apakah semua bagian jantung bekerja normal ketika memompa darah.
Dengan ekokardiogram, dokter dapat mengetahui beberapa bagian yang lemah dan mungkin rusak saat serangan jantung terjadi. Dokter juga bisa mendiagnosis beberapa kondisi penyakit jantung lainnya dengan alat ini.

3. Tes stres EKG

Jika tanda dan gejala serangan jantung paling sering muncul saat berolahraga, dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan tes stres jantung.
Tes ini dilakukan dengan Anda berjalan di atas treadmill atau sambil mengendarai sepeda statis sembari kerja jantung dipantau dokter. Dalam beberapa kasus, dokter akan menggunakan obat-obatan untuk merangsang jantung Anda bekerja seperti saat sedang berolahraga.
Tes stres nuklir adalah tes lain yang dapat membantu mengukur seberapa banyak dan seberapa cepat aliran darah ke otot jantung Anda. ini dilakukan untuk mengetahui kondisi jantung saat Anda beristirahat atau sedang tidak melakukan apapun dan selama Anda stres.

4. Kateterisasi jantung dan angiogram

Untuk mengamati seberapa lancar aliran darah ke jantung Anda, dokter mungkin menyuntikkan zat pewarna khusus ke dalam pembuluh darah di jantung Anda. Tes ini dikenal sebagai angiogram.
Pewarna disuntikkan ke dalam arteri jantung melalui tabung (kateter) panjang, tipis, fleksibel melalui arteri.  Pada proses kateterisasi jantung, pewarna yang masuk tadi akan menguraikan bintik-bintik sempit yang akan menampilkan adanya sumbatan pada tampilan gambar di layar.
Jika ditemukan adanya penyumbatan yang butuh perawatan, balon akan didorong melalui kateter dan dipompa untuk meningkatkan aliran darah di arteri koroner Anda.

5. CT scan jantung

Computerized Tomography (CT) Scan dapat membantu dokter Anda melihat deposit kalsium di arteri Anda. Kelebihan kalsium dapat mempersempit arteri sehingga ini dapat menjadi pertanda kemungkinan penyakit arteri koroner.
Selain itu, dokter akan melakukan X-ray dan ultrasound untuk menyimpulkan kondisi Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk penyakit jantung koroner (PJK)?

Beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit jantung koroner adalah:
  • Obat-obatan penurun kolesterol, termasuk statin, niasin, dan fibrat. Obat-obatan ini membantu mengurangi kadar kolesterol darah sehingga mengurangi jumlah lemak yang menempel pada pembuluh.
  • Aspirin: Aspirin atau pengencer darah lainnya membantu untuk melarutkan darah yang tersumbat, dan mencegah risiko stroke atau infark miokard. Namun dalam beberapa kasus, aspirin mungkin bukan pilihan yang baik. Beri tahu dokter jika Anda menderita gangguan pembekuan darah.
  • Beta blockers: Beta blockers menurunkan tekanan darah dan mencegah risiko infark miokard.
  • Nitrogliserin dan inhibitor enzim yang mengubah angiotensin: Obat ini dapat membantu mencegah risiko infark miokard.
Operasi:
  • Pemasangan stent untuk memperlebar arteri koroner yang menyempit.
  • Bedah koroner seperti operasi bypass jantung adalah pengobatan yang paling umum untuk PJK. Dokter juga dapat melakukan angioplasty jika diperlukan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit jantung koroner (PJK)?

Untuk mengendalikan perkembangan PJK, Anda perlu mempertahankan kegiatan rutin seperti:
  • Mengatur pola makanan sehat seimbang: banyak mengonsumsi buah dan sayuran, mengonsumsi produk susu rendah lemak dan mengurangi makanan berlemak lainnya
  • Konsumsi obat sesuai perintah dokter.
  • Kurangi asupan garam.
  • Berolahraga secara teratur, seperti jalan singkat selama 30 menit per hari. Konsultasikan dengan ahli kebugaran tubuh atau dokter untuk menentukan olahraga apa yang tepat bagi jantung Anda.
  • Selalu mempertahankan berat badan yang sehat
  • SUMBER:https://hellosehat.com/penyakit/penyakit-jantung-koroner-pjk/

STRUKTUR DAN FUNGSI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

PENGERTIAN JANTUNG
Jantung (bahasa latin : cor) adalah sebuah organ tubuh manusia yang berongga serta berotot yang berperan dalam sistem peredaran darah manusia. Jantung mengendalikan seluruh kegiatan peredarah darah, dengan melibatkan pembuluh darah sebagai salurannya. Jantung memompa darah ke seluruh tubuh melalui kontraksi berirama dengan bantuan listrik jantung. Darah ini dipompa ke seluruh tubuh.
 Artikel Penunjang : Sistem Peredaran Darah Pada Manusia
Kandungan yang ada di dalam darah adalah nutrisi dan oksigen yang berguna untuk kelangsungan hidup sel-sel tubuh. Setelah digunakan oleh sel-sel tersebut, darah itu dikembalikan lagi ke jantung, dan begitu seterusnya.
 Artikel Penunjang : Sel Darah : Pengertian, Fungsi, Jenis
Jantung memiliki empat ruang yang masing-masing memiliki fungsi tertentu. Organ ini terletak di dalam rongga dada tepatnya di bawah paru-paru sebelah kiri (pada umumnya), dan dilindungi oleh tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costae). Ukuran jantung lebih kurang sebesar kepalan tangan orang dewasa.
Pengertian Jantung, Struktur Jantung, Fungsi Jantung, Jalur Listrik Jantung
PENGERTIAN, STRUKTUR DAN FUNGSI JANTUNG
B. STRUKTUR JANTUNG
Jantung juga memiliki struktur tertentu yang harus diketahui agar suatu hal mengenai kelainan-kelainan yang terdapat di jantung dapat diketahui. Struktur tersebut adalah :

1. Bentuk dan Ukuran Jantung
Bentuk jantung lebih kurang mirip seperti kepalan tangan orang dewasa yang terbalik. Organ ini merupakan organ utama yang berperan dalam sistem kardiovaskular. Ukuran jantung kira-kira sebesar kepalan tangan orang dewasa atau memiliki panjang 12 cm, lebar 8 cm, dan tebal 6 cm, dengan berat sekitar 300 gram. Jantung terdiri dari otot-otot (muscular), apex (puncak), basis (dasar), atrium kana dan kiri, serta bilik kanan dan kiri.

Hal menarik yang bisa kita ketahui dari organ yang satu ini adalah, mampu untuk memompa darah atau berdetak sebanyak 100.000 kali selama sehari. Oleh karena itu, darah yang dipompa olehnya mencapai 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah segar ke segala sel-sel tubuh.

2. Lapisan Otot Jantung
Jatung memiliki tiga lapisan otot (myocardium) yang berbeda dan masing-masing lapisannya memiliki fungsi yang berbeda pula. Otot-otot jantung ini harus selalu disuplai oleh darah segar yang dibawa oleh arteri coroner agar jantung tidak berhenti berdetak. Berikut adalah lapisannya :

a) Lapisan Pericardium
Merupakan lapisan paling atas yang menyelubungi jantung dan terbagi lagi menjadi 2 macam lapisan, yaitu pericardium parietal yang melekat pada tulang dada, tulang rusuk, dan selaput paru, serta pericardium visceral atau disebut juga dengan epikardium yang berada di bawah pericardium parietal.
Diantara dua lapisan pericardium tersebut, terdapat 50 cc cairan atau pelumas yang disebut dengan cairan pericardium yang berfungsi sebagai pelumas agar melindungi kedua lapisan saling bergesekan akibat dari gerak jantung saat memompa darah. Jika kedua lapisan ini bergesekan, maka akan robek dan menyebabkan perdarahan yang hebat di jantung.

b) Lapisan Miokardium
Lapisan ini berada di bawah lapisan pericardium dan merupakan lapisan otot jantung yang paling tebal dan terdiri dari otot-otot jantung yang banyak.

c) Lapisan Endokardium
Lapisan ini merupakan lapisan terdalam (lapisan yang berhubungan langsung dengan jantung) dan terdiri dari jaringan-jaringan endotel.
Epicardium, Myocardium, Endokardium
LAPISAN LAPISAN JANTUNG
3. Ruang-Ruang Jantung
Seperti dikatakan sebelumnya, organ jantung memiliki empat ruang yang maisng-masingnya dibatasi oleh sekat jantung (septum) yang terdiri dari otot-otot padat. Sekat yang membatasi kedua serambi (atrium) adalah septum interatriorum), sedangkan sekat yang membatasi kedua bilik (ventrikel) dinamakan dengan septum interventrikular. Adapun sekat yang membatasi antara bilik dan serambi dinamakan dengan septum atrioventrikular. Ke-empat ruang tersebut adalah :
Bagian Bagian Jantung
a) Serambi Kanan (Atrium Dextra)
Merupakan ruang jantung yang berada di atas dan memiliki dinding yang lebih tipis daripada bilik (ventrikel). Fungsi dari atrium kanan ini adalah sebagai tempat penampungan darah kotor (darah yang miskin oksigen) dari seluruh tubuh. Darah ini dibawa dari sel-sel tubuh melalui saluran atau pembuluh darah yang disebut dengan vena.

b) Serambi Kiri (Atrium Sinistra)
Merupakan ruang jantung yang berada di atas dan bersebelahan dengan serambi kanan dan berfungsi sebagai ruang yang menerima darah segar (darah kaya oksigen yang kembali dari paru-paru) untuk disalurkan ke bilik kiri sebelum dipompa ke seluruh tubuh.

c) Bilik Kanan (Ventrikel Dextra)
Ruang jantung ini berada di bawah serambi dan memiliki dinding yang lebih tebal dikarenakan tugasnya yang lebih berat daripada atrium. Bilik kanan berfungsi sebagai tempat penampungan darah yang sedikit oksigen hasil dari serambi kanan untuk disalurkan ke paru-paru untuk diikat dengan oksigen.

d) Bilik Kiri (Ventrikel Sinistra)
Ruang ini berada di bawah jantung dan bersebelahan dengan ruang bilik kanan. Ruang bilik kiri jantung ini memiliki fungsi sebagai tempat penampungan darah kaya oksigen untuk segera disalurkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri.

4. Katup-Katup Jantung
Diantara ruang-ruang jantung diatas, tentunya memiliki suatu struktur yang bernama katup (valvula) yang dibutuhkan agar darah dari satu ruang tidak langsung masuk ke ruang yang lainnya, sehingga fungsi jantung akan tetap terjaga sebagaimana mestinya. Katup-katup akan bekerja dengan sistem buka tutup saat darah hendak dialirkan. Katup-katup tersebut ialah :
Katup Trikuspidalis, Katup Pulmonal, Katup Aorta, Katup Mitral
KATUP - KATUP JANTUNG
a) Katup Tricuspidalis
Katup ini terletak antara ruang serambi kanan dan bilik kanan. Dinamakan tricuspid Karena katup ini memiliki tiga daun katup. Katup ini terbuka saat darah yang berasal dari serambi kanan hendak dialirkan ke bilik kanan, dan akan tertutup apabila darah di serambi kanan sudah dialirkan ke bilik kanan, sehingga mencegah baliknya darah ke atas.

b) Katup Pulmonal
Merupakan katup yang berada antara bilik kanan dan arteri pulmonalis yang berfungsi sebagai pembawa darah yang miskin oksigen untuk diikat dengan oksigen yang segar di paru-paru. Katup ini akan terbuka apabila bilik kanan berkontraksi dan tertutup apabila bilik kanan berelaksasi.

c) Katup Bicuspidalis
Merupakan katup yang terletak diantara serambi kiri dan bilik kiri. Katup ini akan terbuka apabila serambi kiri berkontraksi (mengalirkan darahnya ke bilik kiri) dan akan tertutup apabila kondisi yang sebaliknya.

d) Katup Aorta
katup ini berada diantara bilik kiri dan pembuluh darah aorta yang bertugas sebagai saluran yang membawa darah segar ke seluruh tubuh. Katup ini terbuka apabila bilik kiri berkontraksi dan tertutup apabila bilik kiri berelaksasi.

5. Listrik Jantung
Jantung memiliki sistem listrik yang berguna agar fungsi-fungsi yang dibebankan terhadap jantung dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sistem listrik ini terdiri dari 4 sistem dan apabila sistem yang satu tidak dapat berfungsi, maka akan digantikan dengan sistem selanjutnya yang berakibat pada melemahnya kontraksi jantung. Semakin rendah listrik yang digunakan, maka semakin rendah pula kontraksi jantung yang dihasilkan untuk memompa darah dan darah yang dipompa pun akan semakin sedikit. Berikut merupakan 4 sistem listrik tersebut secara berurutan, yaitu :
SA node, AV Node, Serabut Purkinje
JALUR LISTRIK JANTUNG
a) Sinoatrial Node (SA Node)
sistem ini terletak di dinding jantung serambi kanan dekat dengan vena cava superior (pembuluh vena yang berada di atas serambi kanan).

b) Atrioventricular Node (AV Node)
sistem ini terletak di dasar serambi kanan dekat dengan katup tricuspidalis atau dekat dengan pertautan antara serambi dan bilik.

c) Berkas HIS
sistem listrik ini berbentuk seperti berkas yang berasal dari AV node dan masuk ke septum antar ventrikel. Berkas ini bercabang menjadi dua, yaitu berkas HIS kanan dan kiri yang berjalan ke bawah melalui septum melingkari ujung bilik dan kembali ke serambi di sepanjang dinding luar.

d) Serabut Purkinje
sistem listrik ini merupakan lanjutan dari berkas HIS dan berjalan ke seluruh myocardium (otot jantung) bilik jantung.

Sesuai dengan urutan tersebut, maka para ahli memperkirakan bahwa semakin ke bawah sistem listrik yang digunakan, amka akan semakin lemah juga kntraksi yang dihasilkan, yaitu :
SA Node                              : 60-80 kali/menit
AV Node                              : 40-60 kali/menit
Berkas His                           : 20-4- kali/menit
Serabut Purkinje                  : 0-20 kali/menit

C. Cara Kerja Jantung
Jantung yang memiliki fungsi sebagai organ yang memompa darah ke seluruh tubuh tentunya mempunyai mekanisme kerja tersendiri. Berawal dari darah yang kaya karbon dioksida yang berasal dari seluruh tubuh disalurkan ke serambi kanan melalui pembuluh darah vena, sehingga dari ruang serambi kanan tersebut dialirkan ke bilik kenan untuk selanjutnya dialirkan melalui arteri pulmonalis untuk dibawa ke paru paru supaya darah tersebut mengikat oksigen dan membuang karbon dioksida. Mekanisme ini dikenal dengan sirkulasi pulmonal.

Setelah dari paru-paru, maka darah yang sudah segar atau berikatan dengan oksigen dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis sehingga sampai ke serambi kiri. Dari serambi kiri, darah tersebut ditampung di bilik kiri untuk selanjutnya dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri. Mekanisme ini disebut dnegan sirkulasi sistemik.
 Artikel Penunjang : Sistem Pernapasan pada Manusia
Ada kalanya jantung berkontraksi untuk mengosongkan isinya, hal ini disebut dengan periode sistolik. Lalu, periode jantung untuk berelaksasi agar darah kembali memenuhi jantung disebut dengan periode diastolic.

Kerja-kerja jantung tersebut dibantu oleh sistem listrik jantung yang sebelumnya telah dibahas di atas. Sistem listrik ini berasal dari sistem saraf tubuh yang akan menimbulkan potensial aksi sehingga menyebabkan jantung berkontraksi. Potensial aksi ini membutuhkan elektrolit-elektrolit seperti kalium, natrium, dan kalsium untuk menjalankan tugasnya.

Pembuluh Darah

Pembuluh darah manusia dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler.
Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah keluar jantung, sedangkan vena adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah masuk ke jantung.
Arteri berisi darah yang mengandung oksigen, kecuali pembuluh arteri pulmonalis. Vena berisi darah yang banyak mengandung karbondioksida, kecuali vena pulmonalis.
Ujung arteri dan vena bercabang-cabang menjadi pembuluh-pembuluh kecil yang dinamakan pembuluh kapiler.
Pada pembuluh kapiler inilah terjadi pertukaran gas oksigen dan gas karbondiosida antara darah dengan jaringan tubuh.
Berikut ini tabel perbedaan antara pembuluh arteri dengan pembuluh vena.

Frekuensi Denyut Jantung

Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi frekuensi denyut jantung, antara lain aktivitas tubuh, jenis kelamin, suhu tubuh, usia, dan komposisi ion.
1. Kegiatan atau aktivitas tubuh
Orang yang melakukan banyak aktivitas memerlukan lebih banyak sumber energi berupa glukosa dan oksigen dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan aktivitas seperti duduk santai atau tiduran. Untuk memenuhi kebutuhan energi, maka jantung harus memompa darah lebih cepat.
2. Jenis kelamin
Pada umumnya perempuan memiliki frekuensi denyut jantung yang lebih tinggi daripada laki-laki. Pada kondisi normal, denyut jantung perempuan berkisar antara 72 – 80 denyutan per menit, sedangkan denyut jantung laki-laki berkisar antara 64 0 – 72 denyutan per menit.
3. Suhu tubuh
Semakin tinggi tubuh, maka semakin cepat frekuensi denyut jantung. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan proses metabolisme, sehingga diperlukan peningkatan pasokan O2 dan pengeluaran CO2.
4. Usia
Semakin bertambahnya usia, maka semakin rendah frekuensi denyut jantung seseorang. Hal ini berhubungan dengan semakin berkurangnya proporsi kebutuhan energinya.
5. Komposisi ion
Berdenyutnya jantung secara normal tergantung pada keseimbangan komposisi ion di dalam tubuh. Ketidakseimbangan ion dapat menyebabkan bahaya bagi jantung.