Minggu, 13 Oktober 2019

obesitas


Obesitas adalah kondisi kronis akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. Obesitas terjadi karena asupan kalori yang lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori, sehingga kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak. Apabila kondisi tersebut terjadi dalam waktu yang lama, maka akan menambah berat badan hingga mengalami obesitas.
Masalah obesitas semakin meningkat di dunia. Hal ini menjadi tantangan yang besar dalam mencegah pertumbuhan penyakit kronis di dunia. Obesitas juga dipicu pertumbuhan industri dan ekonomi, serta perubahan gaya hidup, asupan nutrisi yang semakin banyak dari makanan olahan, atau diet dengan tinggi kalori.
Obesitas-alodokter
Berdasarkan data WHO tahun 2016, sekitar 650 juta penduduk berusia dewasa mengalami obesitas, sedangkan 340 juta anak-anak dan remaja usia 5 hingga 19 tahun mengalami berat badan berlebih. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2010, diperkirakan terdapat 23% orang dewasa mengalami obesitas, dan wanita lebih banyak yang mengalaminya dibanding dengan pria.
Masalah obesitas ini terkait dengan peningkatan jumlah kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, serta beberapa penyakit kanker. Jumlah kematian penderita obesitas yang disertai sejumlah penyakit tersebut lebih banyak dibanding penderita dengan berat badan yang normal.

Penyebab

Apa penyebab obesitas (kegemukan)?

Obesitas disebabkan oleh kadar kalori yang berlebihan dalam tubuh. Penumpukkan kadar kalori yang berlebih ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor (multifaktorial). Interaksi antara berbagai macam faktor inilah yang menyebabkan seseorang dapat mengalami obesitas. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk obesitas (kegemukan)?

Berikut beberapa faktor yang bisa jadi penyebab kenaikan berat badan dan obesitas:
1. Genetik
Genetik alias keturunan adalah salah satu komponen terbesar yang bisa memicu obesitas. Anak dari orangtua yang obesitas jauh lebih berisiko mengalami obesitas dibanding anak yang orangtuanya memiliki berat badan ideal.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Investigastion diketahui bahwa orang yang membawa gen FTO biasanya cenderung banyak makan makanan berlemak dan tinggi gula. Selain itu orang dengan gen tersebut juga biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa kenyang. Nah, hal tersebutlah yang menyebabkan orang dengan gen FTO lebih mungkin untuk mengalami obesitas.
Meski begitu bukan berarti obesitas sepenuhnya ditentukan oleh genentik. Pasalnya, apa yang Anda konsumsi juga memiliki efek besar pada gen yang dapat memicu obesitas. Ya, jika Anda memiliki gen obesitas dan Anda memiliki kebiasaan hidup yang tidak sehat, maka hal tersebut justru akan meningkatkan risiko Anda berkali-kali lipat untuk mengalami obesitas.
Sebaliknya, jika Anda memiliki gen obesitas, tapi Anda secara teratur menerapkan pola hidup sehat dengan memerhatikan asupan makanan serta rajin olahraga, maka risiko Anda terkena obesitas pun akan menurun.
2. Junk food
Junk food adalah jenis makanan yang tinggi kandungan gula, lemak, garam, dan minyak. Kombinasi inilah, ditambah dengan wangi makanan dan berbagai paduan rasa lainnya, yang membuat makanan junk food terasa nikmat sehingga bikin ketagihan. Tanpa sadar, orang yang sering makan junk food menumpuk banyak kalori dan lemak di tubuhnya.
Nah, hal inilah yang menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan yang pada akhirnya memicu obesitas. Jika sudah obesitas, maka Anda berisiko terkena penyakit kronis lainnya.
3. Obat-obatan tertentu
Banyak obat-obatan dengan/tanpa resep dokter dapat menyebabkan penambahan berat badan sebagai efek samping. Misalnya antidepresan yang sudah lama dikaitkan dengan kenaikan berat badan secara perlahan-lahan.
Beberapa obat-obatan lain yang bisa memicu kenaikan berat badan adalah obat diabetes dan antipsikotik yang sering digunakan untuk meredakan masalah mental. Obat-obatan ini mengubah fungsi tubuh dan otak Anda, menyebabkan meningkatkan nafsu makan dan berkurangnya tingkat metabolisme Anda. Hal tersebutlah yang memicu kenaikan berat badan.
4. Stres
Siapa sangka, stres nyatanya juga bisa jadi penyebab obesitas. Ya, stres sangat mungkin menyebabkan obesitas. Pasalnya pada saat Anda mengalami stres, Anda akan lebih mudah untuk lebih banyak makan, terutama makanan manis, guna sekadar meredakan stres dan memperbaiki suasana hati.
Padahal tanpa disadari, konsumsi makanan di saat-saat seperti itu justru akan membuat Anda mengonsumsi makanan ebih banyak, yang pada akhirnya akan menumpuk kalori, gula, serta lemak di dalam tubuh. Nah, hal inilah yang menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan.
5. Malas gerak
Dengan adanya televisi, komputer, video game, mesin cuci, ponsel pintar, dan perangkat kenyamanan modern lainnya, hidup kebanyakan orang memang jadi lebih santai. Sayangnya, hal tersebut justru membuat banyak orang minim melakukan aktivitas fisik.
Padahal kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan perlambatan metabolisme dalam tubuh. Ya, semakin sedikit Anda bergerak, maka semakin pula kalori yang Anda bakar.
Akibatnya, kalori akan lebih banyak menumpuk di dalam tubuh. Bahkan tak hanya soal kalori saja. Aktivitas fisik yang minum juga memengaruhi kinerja hormon insulin dalam tubuh. Jika kadar insulin dalam tubuh tidak stabil, maka erat kaitannya dengan penambahan berat badan.
6. Tidak cukup tidur
Penelitian telah menemukan bahwa jika Anda tidak cukup tidur, Anda berisiko dua kali lipat untuk mengalami obesitas. Risiko ini berlaku untuk orang dewasa dan anak-anak. Hal ini berdasarkan penelitian dilakukan di Warwick Medical School di University of Warwick.
Para ahli dalam penelitian tersebut meninjau bukti di lebih dari 28.000 anak dan 15.000 orang dewasa. Hasil penelitian jelas menunjukkan bahwa kurang tidur secara signifikan meningkatkan risiko obesitas pada kedua kelompok.
Kurang tidur dapat menyebabkan obesitas melalui peningkatan nafsu makan akibat dari perubahan hormonal. Jika Anda tidak cukup tidur, Anda menghasilkan Ghrelin, hormon yang merangsang nafsu makan. Kurang tidur juga mengakibatkan tubuh Anda memproduksi lebih sedikit Leptin, hormon yang menekan nafsu makan.
Jika Anda tidak mengidap faktor-faktor risiko tersebut bukan berarti Anda tidak dapat terjangkit obesitas. Tanda-tanda tersebut hanya referensi saja, jadi akan lebih baik jika Anda berkonsultasi pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang tersedia tidak dapat menggantikan saran medis. SELALU berkonsultasilah dengan dokter

Apa saja penanganan yang dapat dilakukan untuk mengobati obesitas?

Menjaga pola makan yang seimbang, olah raga, dan melakukan operasi dapat dilakukan untuk mengurangi berat badan. Ya, haya hidup aktif, olah raga, dan pola makan sehat seimbang adalah jalan terbaik untuk mengurangi berat badan dan menjaga kesehatan.
Anda dapat berkonsultasi pada ahli gizi untuk mengukur kadar kalori yang bisa Anda konsumsi setiap hari.  Dalam sesi konsultasi, biasanya dokter atau ahli gizi kesehatan dapat memberitahu informasi tentang:
  • Bagaimana memilih makanan sehat
  • Memilih kudapan yang sehat
  • Cara membaca kandungan nutrisi sebelum mengonsumsinya
  • Cara sehat memproses makanan
  • Mengatur pola makan
Ingatlah bahwa mengurangi berat badan secara teratur dapat membantu Anda mendapatkan berat badan ideal. Jangan lupa, imbangi juga dengan olahraga teratur setidaknya 30 menit setiap hari. Anda juga harus tahu tentang pembatasan memakan junk food saat stress melalui beberapa teknik untuk mengurangi stress, seperti yoga, olahraga, atau pengobatan. Hubungi dokter jika Anda mengalami stress yang berlebih.
Beberapa cara pengobatan dapat mengurangi berat badan namun juga memiliki efek samping. Gunakan cara tersebut jika cara-cara sebelumnya tidak efektif, dan lakukan pengobatan di bawah pengawasan dokter dan ahli kesehatan. Hal ini bertujuan agar upaya mencapai berat badan ideal akan berjalan lebih optimal dan tidak mengganggu kesehatan Anda secara keseluruhan.
Jika Anda mengalami obesitas (berat badan 100 persen di atas berat badan ideal atau BMI di atas 40) dan gagal setelah melakukan beberapa metode mengurangi lemak, mungkin Anda dapat mempertimbangkan untuk melakukan operasi, seperti operasi kecil pada wilayah perut dan lambung. Sebaiknya konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendeteksi obesitas?

Untuk mendiagnosis obesitas, dokter akan memeriksa kondisi fisik Anda dengan bertanya tentang riwayat penyakit, pola makan, dan kebiasaan berolahraga.
Lalu, dokter akan menyarankan dua metode untuk mengukur tingkat risiko kesehatan yang berkaitan dengan berat badan Anda:
  • Indeks berat badan/Body Mass Index (BMI)
  • Mengukur lingkar pinggang
  • Lingkar pinggang
  • Rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP)
  • Tebal lipatan kulit menggunakan alat ukur yang bernama skinfold
  • Kadar lemak tubuh menggunakan sebuah alat bioelectrical impedance analysis (BIA)

Pengobatan di rumah

Bagaimana perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat membantu mengatur tingkat obesitas?

Kegiatan dan pengobatan rumah berikut ini dapat menolong Anda menanggulangi obesitas:
  • Beri tahu dokter tentang kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.
  • Beri tahu dokter obat-obatan apa saja yang Anda gunakan, termasuk vitamin, herbal, dan suplemen. Hubungi dokter jika mengalami efek samping dari obat-obatan tersebut.
  • Bergabung dengan komunitas yang berhubungan dengan upaya menurunkan berat badan.
  • Sempatkan untuk melakukan aktivitas fisik, termasuk olahraga setiap hari.
  • Memahami kondisi terkini dari berat badan, indeks berat badan, dan lemak pada tubuh Anda
  • Hubungi dokter jika mengalami diare atau gula darah rendah setelah operasi.
  • Pahami kondisi badan Anda agar dapat merencanakan kegiatan yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.
  • Buatlah target yang realistis, jangan mengurangi berat badan secara drastis dalam waktu singkat karena akan mudah kembali lagi.
  • Catat aktivitas yang dilakukan dan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Dengan begitu Anda tahu kebiasaan Anda sehari-hari.
Jika ada pertanyaan, silahkan berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan solusi yang lebih baik bagi kondisi Anda.

jenis nutrisi


Hasil gambar untuk jenis nutrisi

Pengertian nutrisi

Nutrisi adalah kandungan zat dalam makanan sehat yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh secara optimal. Nutrisi sendiri sering disebut oleh banyak orang dengan istilah gizi. Cara perolehan nutrisi yaitu melalui pemecahan sari-sari makanan oleh sistem pencernaan. Nutrisi dapat diklasifikasikan ke dalam dua golongan, yaitu mikronutrisi dan makronutrisi.

Jenis nutrisi

1. Mikronutrisi

Sesuai dengan namanya, mikronutrisi merupakan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit dan hanya berfungsi untuk mendukung metabolisme tubuh. Terdapat tiga senyawa yang dapat dikategorikan sebagai nutrisi, yaitu vitamin, mineral dan air.

2. Makronutrisi

Sementara itu, makronutrisi merupakan kebalikan dari mikronutrisi. Nutrisi ini biasanya dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang besar karena sebagai sumber energi. Makronutrisi dapat diklasifikasikan menjadi tiga senyawa, yaitu karbohidrat, protein dan lemak.

KARBOHIDRAT

Karbohidrat adalah senyawa kimia yang tersusun atas karbon, oksigen, dan hidrogen. Karbohidrat merupakan bahan makanan penting untuk sumber tenaga. Selain sebagai sumber energy, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh, pembentuk struktur sel dan mengikat protein dan lemak.
Contoh Karbohidrat Dalam Kehidupan Sehari-HariKarbohidrat dapat diperoleh dari berbagai makanan seperti beras, kentang, jagung, singkong, gandum, selai, gula, madu, dan sirup. Jika kekurangan karbohidrat tubuh akan terasa lemah atau malas untuk melakukan berbagai aktivitas. Kekurangan karbohidrat juga mengakibatkan darah akan bersifat asam yang disebut asidosis.

Karbohidrat terdiri dari 2 bentuk : Simple dan Kompleks. 

  • Karbohidrat Simple

    Mudah dicerna oleh tubuh dan dapat langsung menjadi tenaga atau energy.Karbohidrat simple dapat ditemukan pada susu dan produk susu, buah – buahan, madu, sirup, selai, dan jelly.
  • Karbohidrat Kompleks

    Harus diolah menjadi karohidrat simple terlebih dahulu agar dapat diproses menjadi energy. Karbohidrat kompleks dapat ditemukan di dalam roti, sereal, kentang, pasta, beras, dan biji – bijian lainnya.

2. PROTEIN

Protein berguna sebagai zat pembangun tubuh. Makanan berprotein berguna untuk pertumbuhan, perkembangan, dan mengganti sel – sel tubuh yang rusak termasuk sel tulang, kulit, dan hormone.
Contoh Protein Dalam Kehidupan Sehari-HariManusia dapat memperoleh protein dari hewan dan tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan dinamakan protein hewani. Protein yang berasal dari tumbuhan dinamakan protein nabati.
Bahan makanan dari hewan yang mengandung protein antara lain daging, ikan, unggas, keju, susu, dan telur. Bahan makanan dari tumbuhan yang mengandung protein antara lain kacang – kacangan terutama kedelai.

3. LEMAK

Lemak merupakan sumber tenaga selain karbohidrat. Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan. Jika persediaan karbohidrat habis di dalam tubuh, lemak digunakan sebagai penggantinya. Lemak adalah zat yang mengandung minyak dan melekat pada daging. Lemak menghasilkan energy sebanyak 9 kalori, dua kali lebih banyak daripada karbohidrat dan protein. Selain sebagai cadangan energy, lemak juga menyalurkan atau melarutkan vitamin A, D, E, dan K.
Contoh Macam-Macam Lemak Pada Makanan
Lemak dibagi menjadi 2, lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak jenuh berasal dari hewan, contohnya mentega, gajih, asam stearat. Asam stearate adalah lemak jenuh yang berasal dari hewan yang biasanya digunakan dalam pembuatan lilin, kosmetik, sabun, plastik, dan melunakkan karet. Lemak tak jenuh berasal dari tumbuhan dan berbentuk cair, seperti minyak kedelai, jagung, dan minyak kelapa.

4. VITAMIN

Vitamin adalah zat yang sangat penting bagu tubuh. Vitamin berfungsi sebagai zat pengatur dan pelindung tubuh dari berbagai penyakit. Bila kita kekurangan Vitamin akan menderita Avitaminosis ( menyebabkan ganguan metabolisme tubuh). Jika kelebihan vitamin akan menyebabkan Hipertaminosis.
Fungsi vitamin juga menjaga metabolisme tubuh. Metabolisme adalah perputaran zat pada makluk hidup yang mencakup proses Fisika dan kimia (proses perputaran tubuh). Metabolisme merupakan sejumlah sel reaksi kimia yang mendorong aktivitas sel.
Contoh Macam Macam Vitamin Pada Buah
Ada 6 jenis Vitamin yaitu Vitamin A, B, C, D, E dan K. Vitamin dapat kita peroleh dari sayuran dan buah-buahan. Vitamin dibagi menjadi 2 macam yaitu Vitamin yang larut dalam air (Vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (Vitamin A,D,E, dan K). Vitamin yang larut dalam lemak( A,D, E dan K ) dapat di simpan dalan tubuh. Dan bisa berfungsi sebagai cadangan makanan.

5. MINERAL

Jenis Mineral Dalam Makanan Yang Diperlukan Tubuh Manusia
Mineral tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Mineral diperlukan tubuh dalam jumlah yang sedikit. Fungsi mineral bagi tubuh adalah untuk melancarkan semua proses yang terjadi dalam tubuh. Beberapa macam mineral yang dibutuhkan tubuh diantaranya : kalsium, zat besi, posfor, yodium, dan Fluor.

6. SERAT

Manfaat Serat Yang Terkandung Dalam Sayur Dan BuahSerat makanan membantu penyerapan air di usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap air sehingga menjadi padat dan sulit di keluarkan dan mengakibatkan sembelit. Contoh makanan berserat sayur – sayuran dan buah – buahan.

7. AIR

Fungsi Manfaat Air Bagi Tubuh Makhluk Hidup
Air adalah zat yang memegang peranan penting. 75% dari tubuh manusia terdiri atas air. Orang dewasa membutuhkan kira – kira 2,5 liter air setiap hari. Di dalam tubuh air berfungsi untuk :
•    Membantu pencernaan makanan
•    Melarutkan zat – zat dalam tubuh, seperti vitamin b dan c
•    Mengatur suhu tubuh
Apabila kekurangan air tubuh akan lemas. Air juga dapat diperoleh dari bahan makanan seperti buah.
sumber:jagad.id/pengertian-nutrisi-adalah-macam-jenis-dan-contohnya/

kebutuhan energi


Hasil gambar untuk kebutuhan energi manusia

Apa itu kalori?
Sebelum mengetahui berapa kebutuhan kalori Anda, ada baiknya Anda mengetahui apa itu kalori. Kalori adalah suatu unit pengukuran untuk menyatakan jumlah energi dalam makanan. Saat kita makan atau minum, kita memberi energi (kalori) pada tubuh kita. Tubuh kemudian memakai energi tersebut sebagai bahan bakar untuk berbagai aktivitas kita. Semakin banyak aktivitas yang kita lakukan, semakin banyak energi atau kalori yang terpakai.
Jumlah kalori dalam suatu makanan biasanya ditulis dalam satuan “kilokalori” atau “kkal”. Sebagai contoh, 500 kalori akan ditulis sebagai 500 kkal. Selain dalam kkal, kalori juga dapat ditulis dalam satuan “kilojoules” atau “kJ”. 1 kJ setara dengan 0,239 kalori.

Beragam Cara Memperhitungkan Kebutuhan Energi

Agar tubuh manusia dapat memperoleh asupan energi yang baik dan optimal juga tidak terjadi kegemukan alias kelebihan berat badan maka kebutuhan energi pada manusia harus diperhitungkan secara tepat. Jangan sampai energi yang dikonsumsi berlebih sehingga kegemukan dan juga jangan sampai kurang asupan sehingga kekurusan. Adapun komponen yang perlu diperhatikan dalam mempertimbangkan kebutuhan energi tersebut adalah:
1. Menentukan berat badan ideal
Berat badan ideal manusia dapat dihitung dengan rumus BB ideal = 0,9 x (tinggi badan-100). Berat badan dikatakan mencapai ideal jika berat badan mencapai nilai BB ideal atau setidaknya kurang atau melebihi angka tersebut tidak lebih dari 3 kilogram.
Berat badan ideal seorang atlet akan berbeda dengan berat badan orang biasa. Hal ini disebabkan karna pada tubuh atlit massa tubuhnya juga dipengaruhi oleh pembentukan massa otot sehingga badannya lebih berat. Demikian pula halnya jika hal ini dibandingkan antara pria dan wanita. Pria cenderung bermassa tubuh lebih berat daripada wanita.


2. Kebutuhan basal (KB)
Apa itu kebutuhan basal? Kebutuhan basal yaitu suatu kebutuhan berupa energi dan juga kalori pada manusia yang paling mendasar untuk menjaga metabolisme tubuh seperti kerja jantung, paru-paru, usus, dan juga sistem pencernaan. Kebutuhan Basal pria dan wanita berbeda. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut.
KB wanita = Berat Badan ideal x 25 kkal
KB pria   =  Berat Badan ideal x 30 kkal

3. Aktivitas fisik (AF)
Pembagian ukuran aktivitas manusia secara umum dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu ringan, sedang, dan berat. Aktivitas berat tentunya akan membutuhkan energi lebih besar dibandingkan aktivitas ringan dan sedang.
Adapun contoh aktifitas yang tergolong aktivitas ringan adalah bekerja kantoran, membaca, memancing, berjalan. Aktivitas sedang contohnya adalah menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, bersepeda. Aktivitas berat adalah jogging, dan mendaki gunung.

Aktivitas ringan memiliki angka aktivitas fisik sebesar 10-20% dari kebutuhan basal atau = 20% x 1462,5 = 292,5 Kkal.
Aktivitas sedang memerlukan 20 – 30% x Kebutuhan Bassal dan aktivitas berat adalah sebesar 40-50% x Kebutuhan Bassal

4. Usia (KU = Koreksi Usia)
Kebutuhan kalori manusia akan semakin menurun diiringi pertambahan usia. Semakin tua usia seseorang maka kebutuhan kalori akan semakin berkurang.

Standarisasinya adalah faktor koreksi dikalikan Kebutuhan Basal (1462,5 Kalori). Adapun untuk usia antara 40-59 tahun koreksi kalori mencapai 5%, sedangkan untuk usia 60-69 tahun koreksi kalori sebesar 10% dan usia yang lebih dari 70 tahun koreksi kalori sebesar 20%

Contohnya seseorang yang berusia 47 tahun maka koreksi kebutuhkan kalori adalah sebesar 5% x 1462,5 Kkal = 73, 125 Kkal.



5. Total Kalori yang dibutuhkan (TK)
Untuk menghitung kalori yang dibutuhkan maka dapat menggunakan perhitungan sebagai berikut.
Kebutuhan Bassal (KB), Aktivitas Fisik (AF), Koreksi Usia (KU)
TL = KB+AF – KU
Maka jika seseorang berusia 40 tahun KB = 1462,5 Kkal AF = 292,5 Kkal dan KU = 73,125 kebutuhan kalori perhari adalah:
TK = 1462,5 + 292,5 – 73,125 = 1681, 875 Kkal per hari


Nah itulah artikel mengenai Kebutuhan energi pada tubuh manusia beserta sumber energi dan perhitungannya. Untuk selanjutnya mungkin artikel mengenai pengertian nutrisi. 
Kebutuhan kalori setiap hari masing-masing orang berbeda
Hasil gambar untuk gambar tentang kalori
Cara menghitung kebutuhan kalori tiap orang berbeda-beda, karena akan dihitung berdasarkan jenis kelamin, usia, tinggi dan berat badan, komposisi tubuh, aktivitas, hingga keadaan fisik masing-masing. Kalori yang dibutuhkan oleh laki-laki berbeda dengan perempuan meskipun berada pada rentang usia yang sama. Dua orang yang kembar sekalipun akan memiliki kebutuhan kalori yang berbeda, tergantung pada keadaan fisik dan aktivitasnya sehari-hari.
Standar asupan kalori per hari berbeda-beda di tiap negara. Di Amerika, laki-laki disarankan untuk mengonsumsi 2700 kalori per hari dan wanita 2200 kalori per harinya. Sementara berdasarkan National Health Service di Inggris, laki-laki disarankan mengonsumsi 2500 kalori dan wanita 2000 kalori. Berbeda dengan FAO yang menyarankan orang dewasa rata-rata harus mengonsumsi minimal 1800 kalori per hari.
Di Indonesia, terdapat tabel panduan angka kecukupan gizi. Tabel tersebut memuat anjuran berapa banyak kalori yang dibutuhkan oleh masing-masing kelompok umur. Sebagai contoh:
  • Bayi berusia 7-11 bulan dengan berat badan 9 kg dan tinggi badan 71 cm membutuhkan energi 725 kkal per hari.
  • Laki-laki berusia 19-29 tahun dengan berat badan 60 kg dan tinggi 168 cm membutuhkan energi 2725 kkal per hari.
  • Wanita berusia 19-29 tahun dengan berat badan 54 kg dan tinggi 159 cm membutuhkan energi 2250 kkal per hari.
  • Laki-laki berusia lebih dari 80 tahun membutuhkan energi sebesar 1525 kkal dan wanita pada usia yang sama membutuhkan energi 1425 kkal per hari.
  • Bagi wanita hamil, dibutuhkan tambahan energi sebesar 180-300 kkal per harinya, tergantung pada usia trimester kehamilannya. Begitu juga dengan ibu menyusui, pada 6 bulan pertama dibutuhkan tambahan energi hingga 330 kkal dan tambahan 400 kkal pada 6 bulan berikutnya.
  • sumber:https://sphysheta.blogspot.com/2017/10/kebutuhan-energi-sistem-pencernaan.html
  • https://ipageek.blogspot.com/2018/01/kebutuhan-energi-pada-manusia.html